IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Puluhan Mahasiswa PMII Demo Kantor DLH Kota Mojokerto Terkait Sampah

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Aksi demo mahasiswa PMII cabang Mojokerto di Kantor DLH Kota Mojokerto, Senin (29/1/2024). (Eric/kabarterdepan.com)
Aksi demo mahasiswa PMII cabang Mojokerto di Kantor DLH Kota Mojokerto, Senin (29/1/2024). (Erix/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Aksi demo dilakukan puluhan mahasiswa dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mojokerto di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Senin (29/01/2024).

Para mahasiswa tersebut mengecam kurang maksimalnya pengelolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randengan dan juga Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R).

Responsive Images

Muhammad Maulana Fattah, Ketua Komisitariat PMII KH, Abdul Chalim, mengatakan, pihaknya melakukan aksi demo dilandaskan Perda no 1 Tahun 2021. Tujuannya agar pengelolahan sampah skala Kota Mojokerto bisa menjadi lebih baik lagi.

Maulana menilai, kurang maksimalnya pengelolahan sampah di TPA Randegan menyebabkan dampak polusi ruang lingkup udara dan air di warga sekitar TPA Randengan.

“Masyarakat desa sekitar TPA Randengan setiap pagi menghirup udara sampah yang tidak segar dan bau yang menyengat. Nah untuk lingkungan, kami mendapatkan informasi dari warga sekitar bahwa air di sekitar TPA Randegan masuk skala parah. Dalam artian yang sebelumnya itu air berwarna kuning, sekarang menjadi warnah merah,” terang Maulana.

Sementara itu, Dwi Agus Hariwibowo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto mengatakan, pihaknya sudah berupaya membenahi TPA Randengan. Beberapa upaya sudah dilakukan, seperti penyemprotan eco lindi untuk menetralisir bau sampah di TPA Randegan.

“Memang upaya kami belum sempurna, tetapi sudah mencapai titik yang sudah diharapkan oleh kementerian. Dikarenakan kita sudah bisa mengurangi 5 sampai 7 persen sampah unorganik,” ucap Hari Wibowo, Senin (29/01/2024).

Hari Wibowo juga mengatakan, bahwa upaya pembenahan belum sempurna dan perlu evaluasi lebih lanjut. Saat ini evaluasi terus dilakukan untuk mengatasi masalah seperti kebakaran TPA Randengan pada tahun 2023 lalu yang dipengaruhi oleh cuaca El Nino.

“Untuk revitalisasi TPA Randegan juga dalam proses. Perlu diketahui saat ini jumlah TPS3R dik Kota Mojokerto ada tiga. Yaitu di Pulo, di Magersari, dan di Muria. Dalam satu hari TPA Randegan bisa menampung sampai 70-80 ton sampah perhari,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan komentar