IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Pencarian Korban Tenggelam di Pacet, Basarnas dan Relawan Kesulitan Kontur Sungai

Avatar of Redaksi
Ainul Makhidin, Kordinator Lapangan Basarnas Surabaya saat memberikan keterangan (Redaksi Kabarterdepan.com)
Ainul Makhidin, Kordinator Lapangan Basarnas Surabaya saat memberikan keterangan (Redaksi Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com –Hari ke-2 pencarian korban tenggelam di Pacet, Basarnas dan relawan mengalami kesulitan terkait kontur sungai, Minggu (11/2/2024).

Meski demikian, petugas gabungan dari Basarnas Surabaya bersama BPBD serta potensi relawan se-Kabupaten Mojokerto terus berupaya melakukan pencarian korban tenggelam di Kali Banyak Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet.

Responsive Images

Pantauan di lokasi, petugas gabungan membagi empat Search Rescue Unit (SRU) untuk mencari korban tenggelam, Ari Budi Yuwono (53) warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ainul Makhidin, Kordinator Lapangan Basarnas Surabaya, saat ditemui di Posko Operasi SAR di Desa Candi Watu Pacet mengatakan saat ini telah dilakukan pencarian dan penyisiran di aliran sungai serta di daratan.

“Kita bagi empat SRU, satu SRU air dan empat SRU darat,” ungkapnya.

Ainul menambahkan, di hari kedua proses pencarian ini pihaknya belum bisa menemukan survivor yang hilang sejak Sabtu (10/02/2024) siang. “Ops SAR dihentikan pada pukul 17.00 WIB,” terangnya.

Nantinya, lanjut Ainul, pihaknya akan berkoordinasi dengan perangkat-perangkat setempat untuk melanjutkan proses pencarian.”Jika hari ini belum ditemukan kita maksimalkan sampai 7 hari ke depan,” paparnya.

Dari 50 personel gabungan yang diterjunkan, lanjut Ainul, terdapat beberapa titik yang kemungkinan korban hanyut ke aliran sungai di bawahnya, mulai dari Jembatan Centong, Gondang dan pemantauan darat di Jembatan Ngembeh Dlanggu.”Yang keempat kita maksimalkan di Jembatan Ngembeh naik ke atas,” jelasnya.

Ainul menyebut, pihaknya sempat mendapatkan kesulitan untuk melaksanakan penyisiran lantaran debit air di lokasi cukup besar dan sempitnya akses prahu karet. “Kesulitan yang pertama kontur sungainya jeram, di sekitar sungai juga banyak sampah dan batu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri (pasutri)  asal Jalan Panderman Raya nomor 9, Perumahan/Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto terseret arus sungai di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (10/2/2024) siang.

Saat itu, korban pasutri Ari Budi Yuwono dan Ririn Martiningsih berkunjung ke rumah saudaranya bersama empat ponakannya. Kemudian, mereka mandi di sumgai dan diterjang arus deras. Keempat keponakannya selamat, namun Ari Budi Yuwono dan istrinya Ririn Martiningsih hanyut.

Jenazah Ririn ditemukan di aliran sungai Desa Kuta Porong, Kecamatan Bangsal dan telah dimakamkan kemarin malam. (*)

Tinggalkan komentar