IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Pesona Candi Brahu Trowulan Mojokerto, Jadi Jujukan Wisata Sejarah

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Candi Brahu Trowulan
Candi Brahu Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (18/9/2023).(Erik/KabarTerdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Apabila Anda berkunjung ke Candi Brahu Trowulan yang berada di Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Anda akan dimanjakan dengan bangunan candi yang tinggi besar dan megah. Selain bisa menikmati kemegahan Candi Brahu, para wisatawan juga bisa mempelajari sejarah Candi Brahu yang didampingi langsung oleh Juru Pelihara (Jupel) Candi.

Keberadaan candi ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata di mojokerto terutama bagi mereka yang menyukai wisata sejarah. Ada banyak hal yang bisa pengunjung gali dari tempat ini, seperti prasasti, arsitektur, hingga sejarah Candi Brahu itu sendiri.

Responsive Images

“Saya sangat takjub dengan bangunan Candi Brahu yang besar dan megah ini. Di sekeliling Candi juga terdapat taman rerumputan dan gazebo untuk beristirahat dengan nyaman. Saya juga bisa mengerti sejarah Candi Brahu ini. Ya karena ada buku tentang Candi Brahu yang ditempelkan di sekitar Candi untuk dibaca,” ujar Rina Wayati (38) pengunjung asal Kota Surabaya nyang ditemui wartawan kabarterdepan.com.

Candi Brahu Trowulan ini dicatat pada Tahun 1815 oleh Wardenar saat ia mendapat tugas dari Raffles untuk mengadakan pencatatan peninggalan arkeologi di daerah Mojokerto. Hasil dari Wardenaar tersebut dicantumkan oleh Raffles dalam bukunya “History of Java” (1817). Candi ini diduga merupakan candi tertua yang ada di wilayah Trowulan, dasar dugaan ini adalah prasasti Alasantan yang ditemukan tidak jauh dari Candi Brahu.

Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 861 Saka atau 939 Masehi, di antara isinya menyebutkan nama sebuah bangunan suci yaitu Waharu atau Warahu. Nama inilah yang diduga sebagai asal nama Candi Brahu sekarang.

Latar Belakang Candi Brahu Trowulan

Candi Brahu Trowulan
Kemegahan Candi Brahu di Trowulan Kabupaten Mojokerto, Senin (18/9/2023). (Erik/KabarTerdepan.com)

Candi Brahu diperkirakan berlatar belakang agama Buddha, hal ini berdasarkan gaya bangunan serta profil sisa hiasan yang berdenah lingkaran pada atap candi dan diduga sebagai bentuk stupa.

“Candi ini berlatar belakang agama Budha. Ya banyak juga terkadang di hari hari tertentu atau tanggalan tertentu, banyak orang-orang dari agama Budha melakukan persembayangan disini juga,” kata Margono juru pelihara (Jupel) Candi Brahu Trowulan

Candi Brahu terdiri dari sebuah bangunan yang berdenah persegi berukuran 20,7 meter x 20,7 meter dengan komponen bangunan terdiri dari kaki, tubuh dan atap. Kaki candi polos tanpa hiasan.

Tubuh candi berukuran 10,5 meter x 10 meter dan tinggi 9,6 meter dan mempunyai banyak penampil pada dinding serta mempunyai bilik yang pada bagian dalam atas berbentuk piramida, bagian bilik berukuran 4 meter x 4 meter menghadap ke barat sehingga penampil lebih menjorok dari pada sisi-sisi lainnya.

Pada Candi Brahu juga terdapat trap anak tangga yang terletak pada sisi barat yang digunakan sebagai akses menuju ke selasar candi. Sedangkan antara selasar dengan bilik tidak terdapat akses tangga naik. Atap candi berukuran tinggi kurang lebih 6 meter, pada bagian timur laut menunjukkan adanya menara sudut berdenah lingkaran yang bentuknya menyerupai bagian dari stupa.

@kabarterdepan

Ekskavasi Candi Bajang Ratu Mojokerto Targetkan Temukan Pagar Sisi Barat dan Timur https://kabarterdepan.com/ekskavasi-candi-bajang-ratu-mojokerto-targetkan-temukan-pagar-sisi-barat-dan-timur/ #kabarterdepan #mojokerto #candibajangratu #ekskavasicandi

♬ suara asli – Kabar Terdepan – Kabar Terdepan

Menurut cerita masyarakat candi ini dikatakan berfungsi sebagai tempat pembakaran raja Brawijaya, namun dalam penelitian tidak pernah di temukan bekas-bekas abu mayat. Candi Brahu mulai dipugar tahun 1990 dan selesai tahun 1995.

Setiap candi yang dibangun tentu memiliki fungsinya masing-masing. Begitupun dengan Candi Brahu sebagai tempat sembahyang bagi umat Buddha. Bahkan sejak masa Kerajaan Majapahit candi ini sudah dianggap sebagai bangunan suci di mana dipakai untuk tempat beribadah dan berdoa. Kini, candi ini juga difungsikan sebagai tempat wisata sejarah di Mojokerto bagi kaum pelajar atau lainnya.

Lokasi Candi Brahu Trowulan Mojokerto

Candi Brahu Trowulan terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Letak Candi Brahu di Jalan Raya Mojokerto-Jombang.

Arah menuju ke Candi Brahu adalah masuk dari jalan yang tepat berada di depan Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, dari sana jarak ke Candi Brahu sekitar 1,8 kilometer.

Alamat lokasi Candi Brahu Trowulan Jl. Candi Brahu No.73, Siti Inggil, Bejijong, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61362

Harga Tiket Masuk Candi Brahu Trowulan

Harga tiket masuk Candi Brahu ini masih sangat terjangkau bagi semua kalangan. Khusus pengunjung yang membawa kendaraan ada biaya parkir terpisah

Retribusi Tiket Masuk Candi Brahu

  • Tiket Masuk Rp 3.000,00 per orang
  • Parkir Sepeda Motor Rp 2.000,00 per kendaraan
  • Parkir Mobil Rp 5.000,00 per kendaraan

Harga tiket di atas bisa berubah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

“Banyak sekali pengunjung dari berbagai kalangan. Ada juga pengunjung dari manca negara yang datang kesini untuk mengetahui Candi Brahu. Ada juga pelajar yang langsung datang kesini belajar tentang candi brahu,” pungkas Margono. (Erik)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar