IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Pastikan Jemaat Aman Saat Natal, Anjing Pelacak K-9 Polres Mojokerto Sterilisasi Gereja

Anjing pelacak K-9 Polres Mojokerto, Belgian Malinois melakukan sterilisasi di gereja jelang Ibadah Natal 2023 (Polsek Dlanggu)
Anjing pelacak K-9 Polres Mojokerto, Belgian Malinois melakukan sterilisasi di gereja jelang Ibadah Natal 2023 (Polsek Dlanggu)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pastikan rasa aman dan nyaman dalam beribadah, Polres Mojokerto menurunkan Anjing Pelacak atau K-9 dan menggunakan Metal detektor saat sterilisasi ke 27 Gereja dan 6 Rumah Ibadah.

Kapolres Mojokerto, AKBP Wahyudi memerintahkan dalam setiap pengamanan dilaksanakan sesuai dengan SOP seperti sterilisasi dengan menurunkan k9 dari Unit Satsamapta dan personel yang melaksanakan pengamanan benar benar memahami tugas

Responsive Images

“Dalam pelaksanaan pengamanan silahkan minta bantuan kekuatan personel dari Polres dan Laksanakan sterilisasi dengan K9, setiap kegiatan wajib dilakukan pengamanan dan administrasi berupa Berita Acara dengan pihak pengurus Gereja,” ungkap AKBP Wahyudi.

Lebih lanjut, Kapolres Mojokerto, AKBP Wahyudi meminta setiap personel dalam kegiatan operasi lilin Semeru untuk melaksanakan pengamanan dan sterilisasi.

Sementara itu, PS Kapolsek Dlanggu Iptu Mohammad Khoirul Umam,  didampingi Danramil Kapten Inf Warudi bersama Kasi Tranti Arju dan KBO Satsamapta memimpin pelaksanaan Sterilisasi dengan Anjing Pelacak K9 dan metal detektor di Gereja GPDi Sroyo dan Gereja GKJW Segaran, Minggu (24/12/23) pagi

“Kami bersama Pak Danramil Dlanggu dan Forkopimca serta Ansor dan Banser bersinergi dalam Pengamanan, untuk giat sterilisasi sudah dilaksanakan di dua Gereja sebelum sebelum pelaksanaan ibadah dan tidak diketemukan handak dan benda atau barang yang mencurigakan disekitar gereja,” pungkasnya.

Apakah itu K-9?

Belgian Malinois, anjing pelacak K-9 Polres Mojokerto
Belgian Malinois, anjing pelacak K-9 Polres Mojokerto

Kepolisian Indonesia sendiri memiliki Detasemen K-9 atau Detasemen Anjing Pelacak yang bertugas untuk menemukan bahan peledak, pelacakan narkoba, hingga operasi keamanan.

Berkaitan dengan hal tersebut, banyak yang penasaran kenapa anjing pelacak disebut K-9.

Dilansir dari berbagai sumber, anjing pelacak disebut K-9 merupakan istilah yang berasal dari kata Canine. Penggunaan huruf “K” sebagai singkatan untuk “ca” dan “9” digunakan sebagai pengganti huruf “nine” dalam kata canine.

Canine sendiri merupakan istilah yang mengacu pada hewan mamalia dalam famili Canidae yang mencakup anjing (Canis lupus familiaris), serigala (Canis lupus), rubah (Vulpes vulpes), dan spesies-spesies terkait lainnya.

Canidae merupakan famili yang terdiri dari mamalia karnivora yang memiliki fitur-fitur khas seperti gigi taring yang kuat, moncong panjang, telinga tegak, dan kemampuan olahraga yang baik.

Dilansir dari laman Custom Canine Unlimited, penegak hukum di seluruh dunia telah memanfaatkan kecerdasan dan keterampilan anjing K-9 sejak lebih dari 100 tahun yang lalu.

Anjing polisi pertama kali digunakan di Inggris pada 1888 dalam kasus pelacakan pembunuh berantai Jack the Ripper. Setelah itu, pada 1899, polisi di Belgia mulai melakukan proses pelatihan formal untuk anjing K-9.

Pada 1910, Jerman telah menggunakan unit K-9 di lebih dari 600 kota besar. Lalu 1938, Kepolisian Metropolitan London Selatan melatih dua labrador retriever secara khusus untuk menemani petugas polisi. Di era 1970-an, Amerika Serikat mulai ikut menggunakan unit K-9 sebagai pendukung penegak hukum.

Meski anjing terkenal dengan kecerdasan dan kelincahannya, namun ternyata tidak semua jenis anjing cocok menjadi unit K-9. National Police Dog Foundation memberikan beberapa jenis anjing yang paling umum digunakan di unit K-9, seperti German Shepherds dan Belgian Malinois.

Beberapa ras anjing lainnya juga dikenal memiliki bakat unik, seperti Basset Hounds, Bloodhounds, dan Labrador Retrievers yang dikenal memiliki kemampuan melacak, membuntuti, dan mendeteksi.

Belgian Malinois

Belgian Malinois (Dognutrition.com)
Belgian Malinois (Dognutrition.com)

Belgian Malinois adalah anjing pelacak K-9 yang dimiliki oleh Polres Mojokerto untuk mengamankan gereja saat perayaan dan ibadah Natal.

Dilansir dari Wikipedia, Belgian Malinois adalah anjing berukuran sedang hingga ke besar. Terkadang, dimasukkan kedalam varietas anjing gembala Belgia kadang dimasukkan sebagai jenis berbeda.

Kata “Malinois” berasal dari kata Malines, nama Mechelen digunakan untuk jenis asli kota Flemish, Prancis.

Trah ini digunakan sebagai anjing yang bekerja untuk tugas-tugas termasuk deteksi bau seperti bahan peledak, pemicu api (untuk penyelidikan kebakaran), dan narkotika; dalam pekerjaan polisi bertugas melacak jejak penjahat; misi mencari dan menyelamatkan U.S Secret Service menggunakan Malinois Belgia untuk menjaga Gedung Putih.

Malinois adalah anjing berukuran sedang hingga besar dan bentuk proporsional dalam keluarga anjing gembala. Malinois memiliki bulu coklat kemerahan pendek dengan tanda hitam. Memiliki telinga tegak hitam dan moncong hitam. Memiliki bentuk lebih kotak dibandingkan dengan Anjing gembala Jerman.

Bulu dan warna

Karena sejarahnya sebagai anjing pekerja (misalnya, Dibesarkan untuk fungsi lain), Malinois memiliki penampilan bervariasi.

Warna yang dapat diterima sebagai Malinois murni adalah warna dasar coklat kekuningan sampai hitam kemerahan dan coklat dengan topeng hitam dan telinga hitam dengan beberapa ujung hitam pada rambut, memberikan tampilan overlay.

Warnanya cenderung lebih terang dengan agouti yang lebih sedikit hitam atau overlay pada bagian bawah, bokong, dan kaki bagian dalam anjing.

Tanda putih juga diperbolehkan di ujung jari kaki dan dada. Malinois Belgia mungkin memiliki bulu rambut yang lebih panjang dan lebih gelap dari malinois biasa, tetapi masih dapat disebut sebagai malinois Belgia.

Variasi lain dari Gembala Belgia dibedakan oleh bulu dan warnanya: Tervuren memiliki warna yang sama dengan Malinois tetapi memiliki bulu panjang, Laekenois memiliki bulu coklat kekuningan, tidak memiliki topeng dan telinga hitam, serta Groenendael (terdaftar sebagai Anjing gembala Belgia oleh American Kennel Club).

Ketika Malinois pertama kali dibiakkan, keempat ras biasanya akan dikawinkan silang, ini akan menghasilkan Malinois dengan rambut lebih panjang, atau bahkan bulu yang lebih gelap. Saat ini keempat jenis tersebut dianggap sebagai jenis yang berbeda.

Ukuran dan Berat Badan

Jantan 61 – 66 sentimeter, sedangkan betina 56 – 61 sentimeter. Untuk berat Malinois betina rata – rata 20–25 kilogram, sedangkan berat jantan lebih berat dengan rata – rata 25–30 kilogram.

Karakter dan Temperamen

Malinois yang dirawat dan dilatih secara baik biasanya aktif, cerdas, bersahabat, protektif, sigap dan pekerja keras.

Belgian Malinois menunjukkan tingkat energi yang termasuk tertinggi dari semua jenis anjing. Malinois yang khas akan memiliki energi seperti anak anjing hingga usia tiga tahun, meskipun tidak jarang mereka menunjukkan tingkat energi ini hingga usia lima tahun.

Banyak yang memiliki prey drive terlalu tinggi. Beberapa mungkin terlalu gembira atau main-main, terutama ketika muda.

Malinois dapat merusak atau mengembangkan perilaku neurotik jika tidak diberikan stimulasi dan olahraga yang cukup.

Hal ini sering menyebabkan masalah bagi pemilik yang tidak terbiasa dan tidak siap untuk memberikan latihan yang mereka butuhkan atau pekerjaan untuk mereka lakukan.

Mereka adalah anjing berukuran sedang, kuat yang membutuhkan pelatihan kepatuhan yang konsisten, dan senang ditantang dengan tugas-tugas baru. Mereka dikenal sangat mudah dilatih, karena dorongan tinggi mereka untuk mendapatkan hadiah.

Belgian Malinois adalah Anjing Pekerja

Di Belgia, Jerman, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya, serta di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Hong Kong, Malinois dibiakkan terutama sebagai anjing pekerja untuk perlindungan pribadi, pelacak, kerja polisi, pencarian dan penyelamatan, serta olahraga seperti Schutzhund.

United States Secret Service dan Angkatan Udara Australia menggunakan trah sama dengan jenis lain seperti Anjing gembala Belanda, dan juga GSD. Di Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, para Anjing gembala Jerman banyak digunakan, tetapi Malinois Belgia mengikuti setelahnya.

Di India, unit komando ITBP dan Penjaga Keamanan Nasional (NSG) telah memasukkan Malinois ke dalam unit K-9-nya.

Di Belgia, Jerman, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya, serta di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Hong Kong, Malinois dibiakkan terutama sebagai anjing pekerja untuk perlindungan pribadi, pelacak, kerja polisi, pencarian dan penyelamatan, serta olahraga seperti Schutzhund.

United States Secret Service dan Angkatan Udara Australia menggunakan trah sama dengan jenis lain seperti Anjing gembala Belanda, dan juga GSD. Di Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, para Anjing gembala Jerman banyak digunakan, tetapi Malinois Belgia mengikuti setelahnya.

Di India, unit komando ITBP dan Penjaga Keamanan Nasional (NSG) telah memasukkan Malinois ke dalam unit K-9nya.

Navy SEAL menggunakan Malinois Belgia anjing perang bernama Cairo di Operasi Tombak Neptunus, di mana Osama bin Laden terbunuh .

Belgia Malinois juga disebut “Game Changer” dalam perang melawan perburuan badak di Afrika Selatan Taman Nasional Kruger, di mana seekor anjing, Pembunuh K9, bertanggung jawab atas lebih dari 100 penangkapan.

Di Indonesia anjing jenis ini umum ditemukan pada kesatuan K-9 kepolisian.

Navy SEAL menggunakan Malinois Belgia anjing perang bernama Cairo di Operasi Tombak Neptunus, di mana Osama bin Laden terbunuh.

Belgia Malinois juga disebut “Game Changer” dalam perang melawan perburuan badak di Afrika Selatan Taman Nasional Kruger, di mana seekor anjing, Pembunuh K9, bertanggung jawab atas lebih dari 100 penangkapan.

Di Indonesia anjing jenis ini umum ditemukan pada kesatuan K-9 kepolisian.

Malinois dapat bersaing dalam lomba kelincahan anjing, menyelam, flyball, menggiring, kepatuhan, pertunjukan kecakapan, dan acara pelacakan, merupakan salah satu ras yang paling populer digunakan dalam olahraga perlindungan seperti Schutzhund. (*)

Tinggalkan komentar