IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Viral Pernikahan Anjing Pakai Adat Jawa Dikecam Pemerhati Satwa

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Pernikahan anjing
Pernikahan anjing Jojo dan Luna yang dikecam pemerhati satwa (tiktok @elise_santoso)

Jakarta, KabarTerdepan.com – Viral pernikahan anjing di Jakarta beberapa hari yang lalu mendapat berbagai kecaman. Penggunaan pernikahan adat Jawa yang sakral serta pemberkatan dalam agama Katolik dianggap tidak patut diperlakukan kepada anjing.

Sebagaimana diketahui, video viral beredar di media sosial (medsos) pernikahan dua ekor anjing yang terbilang sangat mewah. Jojo dan Luna, nama kedua anjing itu dinikahkan dengan menggunakan adat Jawa dan menghabiskan biaya hingga Rp 200 juta.

Responsive Images

Pernikahan anjing itu digelar dengan tamu-tamu para anjing lain dan pemiliknya di sebuah mal di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Dilansir kabarterdepan.com dari akun tiktok elise_santoso selaku vendor dekorasi pernikahan anjing itu, dia Mendapatkan job dekorasi pernikahan, namun kali ini pernikahan anjing Jojo dan Luna. Ia pun mendekor pelaminan dengan adat Jawa

“Aku menjadi seneng banget karena juga diundang menjadi tamu undangan. Bisa menyaksikan langsung pernikahan Pet Blessing. Pastinya enggak bakalan aku lupain nich,” ujarnya di video itu.

Video pernikahan anjing Jojo dan Luna menjadi kontroversi di kalangan warganet. Bahkan tidak sedikit warganet yang menyayangkan pernikahan anjing dengan menggunakan adat Jawa dan pemberkatan dalam agama Katolik serta menghabiskan biaya mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Pemerhati Satwa Singky Soewadji, prosesi pernikahan hewan anjing dengan adat Jawa dan pemberkatan secara agama Katolik ini telah mencederai masyarakat dan adat Jawa, khususnya kerabat keraton Jawa dan umat agama Katolik.

“Walau umat Katolik tahu, bahwa setiap tahun ada prosesi pemberkatan untuk hewan, namun bukan di diplesetkan menjadi pemberkatan pernikahan hewan, dalam kasus ini anjing,” ujarnya.

Singky yang juga Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) menambahkan, pernikahan anjing ini jelas penistaan adat dan agama, dalam hal ini adat Jawa dan agama Katolik.

“Saya pemerhati satwa, suka anjing dan punya anjing. Saya juga pernah menjadi ketua Persatuan Kinologi Indonesia (Perkin) Jatim, saya menyayangkan peristiwa ini dan mendukung agar kasus ini dibawa ke ranah hukum,” tegasnya.

Setelah mendapatkan banyak kecaman, sang pemilik anjing, Nena dan Vallen sekaligus mewakili pihak penyelenggara akhirnya minta maaf secara terbuka kepada siapapun yang merasa tersakiti dalam penyelenggaraan pernikahan anjing itu.

“Di sini saya dan vallen benar-benar minta maaf jika itu menyalahgunakan budaya dan saya disini juga sangat mencintai nusantara,” ujar Nena seperti yang dilansir dari akun tiktok @lambemurah. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar