IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Kota Mojokerto Berapa Kecamatan

Kota Mojokerto Berapa Kecamatan
Alun-alun Kota Mojokerto

Mojokerto, KT – Sebagai warga kota Mojokerto, tahukah kita, di Kota Mojokerto berapa Kecamatan yang ada saat ini?

Menyadur dari Wikipedia, Kota Mojokerto terdiri dari 3 kecamatan dan 18 kelurahan dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur.

Responsive Images

Pada tahun 2017, jumlah penduduk Kota Mojokerto mencapai 136.583 jiwa dengan luas wilayah 16,47 km² serta sebaran penduduknya sebanyak 8.292 jiwa/km²

Kota Mojokerto Berapa Kecamatan?

Inilah jawabannya buat kamu-kamu yang penasaran mengenai kecamatan di Kota Mojokerto serta ada peta Kota Mojokerto di bawahnya

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
35.76.03 Kranggan 6
  • Jagalan
  • Kranggan
  • Meri
  • Miji
  • Purwotengah
  • Sentanan
35.76.02 Magersari 6
  • Balongsari
  • Gedongan
  • Gunung Gedangan
  • Kedundung
  • Magersari
  • Wates
35.76.01 Prajuritkulon 6
  • Blooto
  • Kauman
  • Mentikan
  • Prajuritkulon
  • Pulorejo
  • Surodinawan
TOTAL 18

Posisi Kota Mojokerto terletak di tengah-tengah Kabupaten Mojokerto yang terbentang pada 7°27′ Lintang Selatan dan 112°26′ Bujur Timur. Kota Mojokerto sendiri memiliki luas wilayah 1.646 Ha dan merupakan satu-satunya kota di Jawa Timur yang memiliki satuan wilayah ataupun luas wilayah terkecil, dengan wilayah administrasi yang hanya terbagi 3 Kecamatan yakni Kecamatan Prajurit Kulon, Kecamatan Magersari dan Kecamatan Kranggan.

 Peta Kecamatan di Mojokerto

Ciri Khas Kota Mojokerto

Setelah kalian mengetahui Kota Mojokerto berapa Kecamatan, kalian juga harus tahu mengenai ciri khas Kota Mojokerto, profil Kota Mojokerto, Wisata Kota Mojokerto dan hal unik lainnya

1. Mojokerto Kota Terkecil di Indonesia

alun alun kota mojokerto, Kota Mojokerto berapa kecamatan
Alun-alun Mojokerto

Kota Mojokerto memiliki luas wilayah 16,47 kilometer persegi, atau sekitar delapan kali lebih kecil dari Kota Jakarta Selatan. Mengutip data dari laman resmi Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Timur, kota Mojokerto yang berlokasi sekitar 50 kilometer dari Surabaya itu menjadi kota dengan luas wilayah terkecil di Jawa Timur, bahkan di Indonesia.

Sebagai kota terkecil di Indonesia, pertanyaan Kota Mojokerto berapa kecamatan akan mengganggu pikiran kita, mengingat kecilnya kota Mojokerto ini dan jumlah kecamatan di Kota Mojokerto ada 3 yaitu Kecamatan Prajurit Kulon, Kecamatan Magersari dan Kecamatan Kranggan

Kota Mojokerto berbatasan langsung dengan Sungai Brantas di sebelah utara. Kota Mojokerto mulai berdiri berdasarkan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda J. Van Limburgstirum dengan staatblad No. 324 tahun 1918.
Kemudian pada masa revolusi tahun 1945 – 1950, Kota Mojokerto menjadi bagian dari Kabupaten Mojokerto, sebelum akhirnya secara penuh dikukuhkan sebagai kota pada tahun 1999.

2. Mojokerto Kaya Sejarah dan Budaya

Candi Bajang Ratu, Mojokerto. (Erik/KT)
Candi Bajang Ratu, Mojokerto. (Erik/KT)

Pada masa lalu, Mojokerto memegang peranan sangat penting karena menjadi pusat Kerajaan Majapahit, yang saat itu merupakan kerajaan terbesar di Indonesia. Peninggalan kerajaan Majapahit akan sangat mudah ditemukan saat kita mengeksplorasi Mojokerto. Misalnya saja Gapura Bajang Ratu yaitu sebuah gapura yang berdiri di kawasan Trowulan.

Gapura Bajang Ratu adalah gerbang masuk kompleks bangunan di ibu kota Majapahit. Selain Gapura Bajang Ratu, kita masih dapat menemukan candi lainnya di Mojokerto yang dulunya selalu digunakan sebagai tempat ibadah, seperti Candi Minak Jinggo, Candi Tikus, dan Candi Jolotundo yang terkenal memiliki air yang berkhasiat. Candi Tikus peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto

Ingin melihat peninggalan budaya Majapahit lainnya ? Kita bisa menuju Museum Majapahit atau yang lebih dikenal sebagai Museum Trowulan oleh penduduk setempat.

Di Museum Majapahit, kita akan menemukan koleksi tanah liat atau yang sering disebut terakota, yang membentuk peralatan rumah tangga, peralatan upacara dari logam, hingga koleksi keramik Kerajaan Majapahit yang berasal dari negara tetangga seperti China, Thailand, dan Vietnam. Seluruh peninggalan sejarah dari masa Majapahit ini menjadi daya tarik wisata Mojokerto.

3. Punya Patung Buddha Tidur Mojokerto

maha vihara majapahit mojokerto
Maha Vihara Majapahit Mojokerto

Ingin melihat patung Buddha tidur yang terkenal tidak harus jauh-jauh ke negeri orang, karena di Trowulan, Mojokerto, kamu bisa menemukan sebuah Patung Buddha Tidur Maha Vihara Mojopahit yang indah.
Patung yang diklaim sebagai patung Buddha terbesar di Indonesia itu menggambarkan kondisi Siddharta Gautama yang terbaring lemah karena sakit di antara dua pohon sala di Kusnigara.
Memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter, Patung Buddha Tidur Mojokerto di Trowulan ini tercatat di rekor MURI pada tahun 2001 dan diresmikan jadi salah satu destinasi wisata Kota Mojokerto pada tahun 2012.

4. Mojokerto Kota Onde-Onde

onde onde kota mojokerto
Oleh Danangtrihartanto – Karya sendiri, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=78985778

Mojokerto telah lama dikenal sebagai Kota Onde-Onde. Sejak zaman Kerajaan Majapahit, makanan onde-onde menjadi kuliner Kota Mojokerto yang banyak dicari.
Perjalanan ke kota Mojokerto yang berada di Jawa Timur tersebut tidak akan terasa lengkap jika tidak mencicipi onde-onde khas Mojokerto
Onde-onde adalah kue yang terbuat dari tepung beras ketan yang berisi kacang hijau tumbuk ini seakan menjadi buah tangan wajib bagi wisatawan yang traveling ke Mojokerto. Salah satu penjual kue onde-onde yang legendaris dan ternama di Mojokerto adalah Onde-Onde Bo Liem yang telah berdiri sejak 1929.

5. Kesenian Daerah, Ludruk

Kesenian daerah ludruk
Oleh consigliere ivan from Bontang, Indonesia – Gedung Ludruk Irama Budaya oleh HS Sumiyani 2, CC BY-SA 2.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=77074917

Kesenian Ludruk sebenarnya adalah kesenian khas Jawa Timur, hanya saja di Mojokerto, menemukan kesenian ludruk terhitung cukup mudah, karena penduduknya sangat senang dengan kesenian Jawa yang penuh guyon tersebut. Ludruk mirip dengan kesenian asal Jawa Tengah, ketoprak, bedanya ludruk mengangkat cerita-cerita di masa kini.

Para pemainnya akan menceritakan kehidupan keseharian dengan tema yang berbeda, misalnya perjuangan, keseharian, atau tema lainnya yang diceritakan dengan mengandalkan guyonan dalam tutur kata dan gerak.

Bahasa yang digunakan dalam pementasan ludruk biasanya adalah bahasa Jawa Timuran. Karena bahasan ludruk adalah keseharian di masyarakat menjadikan ludruk digemari seluruh kalangan

Bagaimana, sudah tidak penasaran mengenai Kota Mojokerto berapa kecamatan? atau kamu siap berwisata di Kota Mojokerto dan siap menjajal kuliner malam di Mojokerto berikutnya?

Responsive Images
Responsive Images

Tinggalkan komentar