IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

PJ Wali Kota Mojokerto Resmikan TPID Prajurit Kulon, Warga pun Senang

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Pj Wali Kota Mojokerto saat meresmikan TPID, Selasa (16/1/2024). (Erix/kabarterdepan.com)
Pj Wali Kota Mojokerto saat meresmikan TPID, Selasa (16/1/2024). (Erix/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – PJ wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro meresmikan tempat peracangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jalan Riyanto, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (16/01/2024).

Di lokasi terlihat puluhan warga Kelurahan Prajurit kulon mengantre untuk mendapatkan bahan pokok murah yang dijual, seperti beras SPHP dari bulog dengan harga Rp, 52.000 /5Kg, dan juga Bawang Merah Rp, 9.000 /500 gram, serta bawang putih Rp, 14.000 /500 gram.

Responsive Images

Salah satu warga Balong Cangkring, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Warti (52) mengatakan, dirinya terasa terbantu dengan adanya peracangan TPID yang dilakukan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto.

“Saya beli beras SPHP 10 Kg di peracangan TPID dengan harga Rp. 104.000. Ya sangat murah. Beras ini saya konsumsi dengan keluarga untuk sehari-hari,” ucap Warti, Selasa (16/01/2024).
Sementara itu PJ Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro meresmikan peracangan TPID di dampingi oleh Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya dan jajarannya.
Dalam sambutannya Ali Kuncoro mengatakan, Pemkot Mojokerto akan meresmikan kurang lebih 26 peracangan TPID di Kota Mojokerto. Hari ini telah diresmikan peracangan TPID yang Ke 8,9,10 peracangan TPID, termasuk di Prajurit Kulon.

“Jadi Hari ini kita resmikan secara langsung peracangan TPID ada 3 lokasi. Termasuk disini di Prajurit Kulon, Pulo Rejo, dan Gedongan,” Ucap Ali Kuncoro dalam sambutannya.
Ali Kuncoro juga mengatakan dengan adanya peracangan TPID, agar masyarakat Kota Mojokerto mendapatkan harga bahan pokok dengan harga paling murah. Dikarenakan inflasi Kota Mojokerto masih rendah, dan harus dijaga terus agar inflasi di Kota Mojokerto selau rendah.

“Inflasi di Kota Mojokerto masih rendah, kita harus jaga terus inflasi di Kota Mojokerto agar selalu rendah, inflasi di Kota Mojokerto hingga hari ini di 2,64%, dan index harga konsumen kita masih juga terkendali,” ucapnya saat sambutan.

Sementara kepada awak media Pj Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro mengatakan, adanya peracangan TPID sangatlah efektif dikarenakan ketika harga bahan pokok di pasar semakin meningkat, secara otomatis warga mencari harga yang termurah. Maka peracangan TPID bisa jadi salah satu solusi untul mendapatkan harga sembako yang dibawah harga eceran tertinggi.

“Jadi ini fungsinya untuk stabilitator, kalau di pasar terlalu tinggi, maka peracangan TPID akan menjadi sebuah rujukan. Ketika peracangan TPID tidak mampu, maka otomasti Pemkot Mojokerto akan lakukan oprasi pasar untuk mengintervrensi supaya harga tetap terkendali dan inflasi kita terkendali,” ucap Ali Kuncoro.

Selain itu Ali Kuncoro mengatakan untuk persediaan setok atau distribusi dipastikan terjaga dengan baik. Khusunya untuk beras dan minyak goreng nantinya akan disuport oleh bulog. Ali kuncoro Juga mengatakan penyebab inflasi tertinggi yaitu cabai, dikarenakan masa konsumsi cabai sangat pendek dan cepat busuk.
“Saya sudah tanya kepada bulog, apa tidak ada penugasan untuk mengintervrensi terkait cabai. Sampai sekarang belum, dikarenakan memang cabai ini dianggap sesuatu yang akan muncul tahunan. Dan kita harapkan melalui program PKK rumah rumah itu bisa menanam sendiri untuk masalah cabai,” pungkasnya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar