IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Update Gempa Bumi di Jepang : 6 Tewas, KBRI Tokyo Beri Imbauan

Avatar of Jurnalis : Muzakki - Editor : Ano
Sejumlah warga Jepang mengungsi ke tempat terbuka. (X @junaedi_image)
Sejumlah warga Jepang mengungsi ke tempat terbuka. (X @junaedi_image)

Ishikawa, Kabarterdepan.com – Hari kedua pasca gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo di Ishikawa Jepang, Selasa (2/1/2024), otoritas setempat menurunkan status peringatan tsunami menjadi imbauan.

Dikutip dari kantor berita nasional NHK, setidaknya enam orang meninggal dunia akibat gempa besar yang berpusat di Semenanjung Noto di dekat Prefektur Ishikawa, Jepang tersebut.

Responsive Images

“Semua korban meninggal ditemukan di Prefektur Ishikawa, di pantai barat Honshu, pulau utama Jepang,” tulis NHK.

Disebutkan pula, ribuan orang yang tinggal di wilayah pesisir dievakuasi dengan memilih bermalam di tempat yang lebih tinggi.

Sebelumnya diberitakan, Gempa di Ishikawa Jepang berkekuatan 7,6 magnitudo itu memicu gelombang tsunami di pesisir utara dan tengah Jepang. Peringatan resmi itu menyebutkan gelombang tsunami di beberapa tempat diperkirakan bisa mencapai 5 meter.

Namun sejauh ini terpantau gelombang setinggi 1,2 meter menerjang pelabuhan Wajiima di Prefektur Ishikawa pada Senin (1/1/2024) pukul 16.21 waktu setempat.

Sedangkan di Kota Toyama di Prefektur Toyama juga dilaporkan gelombang tsunami setinggi 0,8 meter.

Sementara itu kementerian Luar Negeri RI masih terus melakukan koordinasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui dampak gempa dan tsunami terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang.

“KBRI dan KJRI tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul masyarakat Indonesia. Sistem lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.315 WNI yang menetap di Prefektur Ishikawa,” tulis Kementerian Luar Negeri yang dikutip dari Kemlu.go.id, Selasa (2/1/2024).

KBRI Tokyo dan KJRI Osaka juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat WNI tetap waspada atas gempa susulan dan tsunami.

“Selalu memantau informasi dan arahan otoritas setempat. Peringatan tsunami di sepanjang pesisir barat Jepang masih belum dicabut hingga malam hari ini waktu Jepang,” imbuhnya.

Untuk memaksimalkan layanan, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka telah mengaktifkan nomor hotline untuk situasi darurat.

Berikut nomor Hotline :

– KBRI Tokyo:+818035068612
– KJRI Osaka: +818031131003.(*)

Tinggalkan komentar