IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Ada Temuan Kasus DBD di Rusunawa Cinde, Dinkes Kota Mojokerto Lakukan Sosialisasi

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Sosialisi DBD oleh Dinkes Kota Mojokerto, Selasa (30/1/2024). (Erix/kabarterdepan.com)
Sosialisasi DBD oleh Dinkes Kota Mojokerto, Selasa (30/1/2024). (Erix/kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto melakukan sosialisasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rusunawa Cinde Kota Mojokerto, Selasa (30/1/2024).

Sosialisasi ini dilakukan karena adanya temuan warga Rusunawa terjangkit DBD.

Responsive Images

Menurut data Dinkes Kota Mojokerto, awal tahun 2024 kasus DBD di Kota Mojokerto mencapai 5 kasus. Satu diantaranya merupakan warga rusunawa Cinde.

Dr Citra Mayangsari, Kepala Bidang Program Pengendalian Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Mojokerto mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Dinkes Kota Mojokerto di Rusunawa Cinde karena sebelumnya ada salah satu warga yang terkena DBD.

“Sebelumnya Dinkes lakukan pemeriksaan dari kamar ke kamar, ditemukan jentik di sana, dan juga ada salah satu warga rusunawa yang terkena kasus DBD, maka kita lakukan sosialisasi tentang DBD di rusunawa ini, agar tidak ada lagi yang terjangkit kasus DBD,” ucap dr Citra, Selasa (30/01/2024).

Dr Citra merinci, 5 kasus DBD di Kota Mojokerto ditemukan di Prajurit Kulon 3 kasus, Blooto 1 kasus, dan Pulo 1 kasus.

“Memang kalau musim penghujan ini ada kenaikan, dikarenakan kebiasaan tidak menghiraukan barang-barang di luar ruangan. Padahal itu rentan timbul jentik nyamuk,” katanya.

Citra menambahkan, pihaknya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kota Mojokerto yang dilakukan setiap satu minggu sekali.

Wilayah yang paling banyak ditemukan adalah kelurahan Prajurit Kulon.

“Yang paling penting menangani kasus DBD itu dengan cara PSN dengan cara 3M Plus yaitu Menutup, Menguras, dan Mendaur ulang,” tambahnya.

Sebelumnya kasus DBD di Kota Mojokerto tahun 2023 ada 11 kasus. Dinkes Kota Mojokerto akan gencar lakukan sosialisasi tentang DBD dan PSN agar di tahun 2024 tidak banyak yang terjangkit kasus DBD di Kota Mojokerto. (*)

Tinggalkan komentar