IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Turunkan Stunting, Bupati Mojokerto Gulir Sehati dan Sejoli di Claket Pacet

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
WhatsApp Image 2024 02 28 at 10.41.22 AM
Program Sehati dan Sejoli (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemkab Mojokerto terus berupaya untuk melakukan peningkatan kesehatan dan kemandirian lanjut usia (Lansia) serta menurunkan angka stunting di Bumi Majapahit.

Untuk mengatasi hal itu, diberlangsungkan program Sehati (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB AKI) dan Sejoli (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Rest Area Desa Claket, Kecamatan Pacet, Selasa (27/2/2024) pagi.

Responsive Images

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam arahannya menjelaskan tentang pentingnya memberikan asi eksklusif selama dua tahun untuk bayi yang baru lahir sampai usia 6 bulan untuk memenuhi gizi dan juga memberikan Makanan Pendamping Asi (MPASI) ketika 6 bulan ke atas.

“Sebisa mungkin untuk memberikan ASI dari lahir hingga usia 2 tahun untuk memenuhi gizi yang diperlukan oleh anak, ketika usia 6 bulan ke atas bisa memberikan MPASI sebagai pemenuhan Gizi untuk pertumbuhan yang sempurna dan mencegah Stunting,” ujarnya.

Terkait makanan pendamping ASI, Bupati Mojokerto menjelaskan, untuk memenuhi gizi balita para orang tua juga wajib memberikan makanan zat pembangun seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

Perlu diketahui pada 2023 stunting di daerah Claket mengalami penurunan yang awalnya ada dua balita mengalami masalah stunting dan sekarang sudah bersih dari masalah stunting tersebut.

Selain itu, terkait program Sejoli, Bupati Ikfina menyarankan kepada para lansia untuk mengurangi penggunaan garam dan beralih menggunakan MSG. Dan menghimbau kepada para lansia yang mempunyai penyakit darah tinggi untuk sabar dan dapat mengendalikan pikirannya.

“Untuk yang mempunyai penyakit darah tinggi sebisa mungkin untuk mengurangi penggunaan garam dan beralih menggunakan MSG, karena garam dapat meningkatkan tekanan darah,” kata Bupati Ikfina.

Selain penyakit darah tinggi, ada juga penyakit yang bisa muncul pada para Lansia yaitu diabetes melitus. Dikarenakan zat Karbohidrat pada nasi dapat mempengaruhi kadar gula darah dan juga mengonsumsi nasi yang tidak sesuai dengan takarannya yaitu 1/4 bagian dari piring.

“Penyebab dari diabetes melitus yaitu konsumsi nasi yang tidak sesuai dengan takarannya, 1/4 bagian dari piring” terangnya.

Dari kegiatan yang dihadiri kurang lebih 120 orang termasuk ibu dan balita, ibu hamil, dan lansia ini diharapkan untuk para ibu dan para lansia agar menjaga kesehatannya.

Ikfina berharap, para ibu berfokus pada pertumbuhan anak mereka sedangkan untuk para lansia berfokus untuk menjaga badan agar terus sehat harus dan dapat melakukan aktivitas dengan mudah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, Camat Claket, Kepala Desa Claket, Kepala Dinas kesehatan, Kepala DP2KBPP, Kepala OPD, Kepala Posyandu, Forkopimcam, Ketua Penggerak PKK, warga Claket, dan para lansia desa Claket. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Responsive Images

Tinggalkan komentar