IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Wujudkan Zero New Stunting, 170 Posyandu Se-Kota Mojokerto Dapat Antropometri Kit

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Ahmad
f8bd7ca95f6d30f0979a77dfaf36af53
Wali Kota Mojokerto secara simbolis menyerahkan antropetri kit didampingi oleh Kepala DinkesP2KB dan Camat Magersari (Diskominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto memberikan kit antropometri kepada 170 posyandu se-Kota Mojokerto untuk mewujudkan zero new stunting dan menyukseskan program nasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut telah dilakukan berbagai intervensi dengan memberikan pendampingan serta vitamin dan bantuan permakanan yang diberikan kepada calon pengantin, ibu hamil sampai melahirkan.

Responsive Images

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan kit antropometri secara simbolis kepada para kader motivator di Ruang Pertemuan Kelurahan Balongsari pada Rabu, (1/11/2023).

Tahun sebelumnya, sudah ada 44 posyandu yang mendapatkan alat ukur ini. Sedangkan sisanya diberikan tahun ini secara bertahap sebanyak 106 posyandu tahap pertama dan 20 posyandu pada tahap kedua.

“Tidak hanya melalui program-program pendampingan, bantuan permakanan, bantuan vitamin tapi juga bagaimana alat-alat yang digunakan untuk mengukur bayi ini juga alat yang terstandar sesuai yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan,” terang Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto itu berharap, data yang disajikan terkait dengan jumlah balita stunting ini benar-benar data riil yang angkanya semakin hari semakin menurun dengan digunakannya perangkat antropometri yang sesuai standar ini.

“Ibu sedoyo para kader, alat yang baru ini adalah alat yang terstandarisasi dari Kemenkes, kita ikhtiarkan bersama-sama dengan alat ini bayi yang diukur semua datanya adalah data yang valid, sehingga nanti yang dilaporkan oleh Dinkes ke aplikasi EPPBGM itu datanya valid,” tegasnya .

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) dr. Farida Mariana menjelaskan bahwa dalam kegiatan yang diadakan oleh Dinkes kali ini adalah mengolaborasikan kegiatan penanganan dan pengendalian stunting dengan promosi kesehatan.

“Kami mengolaborasikan penanganan dan pengendalian stunting dengan promosi kesehatan jantung bagi kader motivator di Kelurahan Balongsari serta edukasi bagaimana memberikan makanan sehat untuk anak kepada para kader motivator di Kelurahan Wates,” terang dr. Farida. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar