IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Produktivitas Jagung di Kabupaten Grobogan Meningkat, Capai 200 Ton

Avatar of Andy Yuwono
Hasil panen petani jagung di Kabupaten Grobogan. (Masrikin/kabarterdepan.com)
Hasil panen petani jagung di Kabupaten Grobogan. (Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan, kabarterdepan.com- Kabupaten Grobogan memiliki luas lahan tanam jagung pertahun sekitar 150.000 hektar.

Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai salah satu lumbung terbesar penghasil jagung di Provinsi Jawa Tengah.

Responsive Images

Menurut Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto, produktivitas jagung di Kabupaten Grobogan cukup meningkat. Kabupaten Grobogan punya lahan jagung yang cukup luas, termasuk lahan kosong (sanggem) milik Perhutani yang dikelola oleh masyarakat sekitar hutan.

“Di Grobogan selain lahan pertanian terdapat lahan milik perhutani atau lahan-lahan sekitar hutan mayoritas di tanami jagung, ungkap Nanto saat dikonfirmasi Jumat (1/3/2024) siang.

Saat ditanya terkait kebutuhan bibit jagung di Grobogan, Sunanto mengatakan, kebutuhan benih jagung yang diperlukan oleh para petani di kabupaten Grobogan kurang lebih sebanyak 200 Ton bibit jagung senilai 200 miliar.

“Kebutuhan bibit 200 Ton, kalau kita nominalkan, sekitar diangka Rp 200 miliar untuk benih jagung di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.

Perihal kenaikan produksi jagung di kabupaten Grobogan, pihaknya menyebutkan bahwa setiap tahun angka produktivitasnya selalu naik.

“Untuk produksi jagung sendiri setiap tahun ada peningkatan, untuk saat ini tahun 2023 di kisaran 850 ribu ton,” ujarnya.

Sementara pantauan di lapangan, harga jagung yang diterima petani saat ini sekitar Rp 5.500 per kilogramnya. Harga tersebut merupakan harga jual jagung kering yang dibeli oleh tengkulak di wilayah Geyer Grobogan.

Rudi (49) warga geyer yang merupakan petani sanggem wilayah hutan mengatakan, harga saat ini merupakan harga tertinggi yang pernah diterima petani di Grobogan.

“Saya jual jagung kering di tengkulak di harga Rp 5.500 perkilogramnya, kalau dijual basah kisaran Rp 3,800 perkilogramnya,” ungkap Rudi kepada radar terdepan.com Jumat (1/3/2024).

Rudi memaparkan harga jagung pada awal bulan Febuari 2024 sempat alami kenaikan, Rp 6,800 untuk jagung kering, sementara yang basah sekitar Rp5.200 perkilogramnya.

Meskipun panennya mengalami keterlambatan dirinya berharap harga jual jagung tetap stabil, mengingat kestabilan harga jagung memberikan semangat bagi petani untuk menanam jagung di musim tanam kedua (MT2) saat ini.

“Semoga harga jagung tetap stabil, agar dapat memberikan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian petani,” harapnya. (kin)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar