IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Import Jagung Disetop, Dispertan Grobogan Berharap Panen Jagung Terserap Maksimal

Avatar of Redaksi
Sunanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. (Masrikin/kabarterdepan.com)
Sunanto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. (Masrikin/kabarterdepan.com)

 

Grobogan, kabarterdepan.com- Pemberhentian import jagung oleh pemerintah pusat belum lama ini disambut antusias oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Grobogan. Pasalnya seluruh hasil panen jagung petani Grobogan dapat terserap.

Responsive Images

Menurut Kepala Dispertan Kabupaten Grobogan, Sunanto, saat dihubungi melalui sambungan komunikasi WhatsApp Minggu (24/3/2024) mengatakan, harga hasil panen jagung untuk saat ini turun dan produksi dalam negeri sangat berlebih. Sehingga menyebabkan penyetopan impor jagung dari luar negeri.

“Untuk saat ini, harga jagung stabil di angka Rp 3.600,” katanya.

Dari harga tersebut, Sunanto berharap, harga jagung dapat membaik lagi setelah adanya penyetopan dari luar negeri. Hal ini, dikarenakan serapan hasil dalam negeri harus diutamakan.

“Meskipun turun (harga jual), namun hasil panen dalam negeri nantinya terserap semua,” imbuhnya.

lebih lanjut, Sunanto menuturkan bahwa serapan hasil panen jagung selama ini paling banyak adalah diserap oleh pakan ternak.

“Untuk serapan pertahunnya yang tahu dari pabrik pakan sendiri,” tambahnya.

“Semoga serapan saat ini, bisa menjadi angin segar untuk petani jagung, dan harga jagung bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, Kabupaten Grobogan sebagai penghasil jagung terbesar di Indonesia, memiliki luas lahan jagung seluas 150 ribu hektare.

Kebutuhan benih, yang diperlukan oleh para petani di kabupaten Grobogan sebanyak 2.000 Ton bibit jagung. Sehingga, bibit jagung bila dinominalkan berkisar di angka Rp 200 miliar. (kin)

Responsive Images

Tinggalkan komentar