IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Kasus Santri Tewas di Kediri, Pesantren Beroperasi Sejak 2014 Tapi Tidak Punya Izin

Avatar of Andy Yuwono
Police Line
(ilustrasi polri.go.id)

Kediri, kabarterdepan.com – Pondok pesantren PPTQ Al-Hanafiyyah di Kediri, tempat BBM (14) santri asal Banyuwangi yang tewas diduga dianaya sesame santri ternyat sudah berperasi sejak tahun 2014. Namun keberadaan pesantren itu disebut Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur tidak memiliki izin.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Mohammad As’adul Anam mengatakan, pihaknya menyayangkan aksi kekerasaan hingga berujung meninggalnya seorang santri di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanafiyyah di Dusun Kemayan, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tersebut. Kemenag turut berbelasungkawa kepada keluarga korban.

Responsive Images

“Bahwa TKP kejadian itu ada di Pondok Al-Hanfiyyah, bukan Pondok Al-Islahiyyah. Tapi belajar di MTs Sunan Kalijogo di Pondok Al-Islahiyyah. Keberdadaan pondok pesantren tersebut belum memiliki izin pesantren,” ujarnya yang dikutip dari laman kedirikota.jatim.polri.go.id, Selasa (27/2/2024).

Dijelaskan As’adul Anam, karena Ponpes Al-Hanafiyyah tak mengantongi izin, maka Kanwil Kemenag Jawa Timur tidak bisa melakukan tindakan secara administrasi. Kemenag hanya bisa menghormati proses hukum di kepolisian.

“Kanwil dalam hal ini sangat menghormati proses hukum yang berlaku. Kalau penutupan mohon maaf, karena sekolah, madrasah dengan ponpes itu entitas yang berbeda,” terangnya.

Meskipun tak mengantongi izin, tambah As’adul Anam, Kanwil Kemenag Jatim tidak berpangku tangan terhadap PPTQ AL-Hanafiyyah Kediri. Pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan dan pengawasan supaya kejadian serupa tak terulang di pondok Fatihunada alias Gus Fatih tersebut.

As’adul Anam menambahkan, berdasarkan investigasi Kanwil Kemenag Jatim, PPTQ Al-Hanafiyyah mulai menjalankan kegiatan belajarnya sejak tahun 2014 lalu. Saat ini jumlah santri sebanyak 93 orang, terdiri dari 74 orang santriwati dan 19 santriwan.

Diberitakan sebelumnya, Polres Kediri sudah mengamankan 4 pelaku penganiayaan. Mereka adalah teman pondok korban. Keempat pelaku masing-masing, NN (18) siswa kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) siswa kelas 12 warga Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar Bali, dan AK (17) asal Surabaya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar