IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Terpilih Jadi Ketua APHI, Ratih Diah Palupi : Bismillah

Avatar of Jurnalis : Muzakki - Editor : Ano
Ketua APHi, Ratih Diah Palupi. (Dok.narasumber)
Ketua APHi, Ratih Diah Palupi. (Dok.narasumber)

Jember, Kabarterdepan.com – Ratih Diah Palupi resmi terpilih menjadi Ketua Aliansi Perjuangan Honorer Independen (APHI) melalui proses pemilihan langsung, di Perumahan Griya Mangli, Kabupaten Jember, Sabtu (30/12/2023) siang.

Dari 40 peserta yang mewakili puskesmas se- Kabupaten Jember, Ratih Diah Palupi memperoleh dukungan 32 suara. Sementara Dedi Hardianto honorer Puskesmas Sumbersari hanya mendapatkan 8 suara.

Responsive Images

APHI ini merupakan wadah perjuangan bagi honorer tenaga kesehatan. Sebelumnya, perjuangan mereka bernama Forum Honorer Tenaga Kesehatan (FHTK).

Menurut Anas, salah seorang panitia kegiatian tersebut, proses pemilihan sudah sesuai dengan AD/ART dan disepakati oleh seluruh perwakilan.

“Pemilihan ini, sudah sesuai dengan AD/ART. Yang hadir perwakilan puskesmas dan sepakat. Semua sepakat, butuh peremajaan,” kata Anas.

Sementara Ratih Diah mengaku bahwa amanah yang dipercayakan kepadanya adalah berat. Namun ia akan tetap berjuang mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh APHI.

“Tetapi demi perjuangan dan dukungan teman-teman, bismillah,” katanya.

Lebih lanjuta Wanita berjilbab ini mengaku bahwa perjuangan itu sendiri tidak lepas dari ketua sebelumnya yang telah gigih berjuang hingga mendapat Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Mas Rendra adalah peletak dasar dari pergerakan dan perjuangan ini, kami hanya tinggal melanjutkan. Alhamdulillah beliau sudah menjadi ASN,” ujarnya.

Ratih Diah juga membeberkan, ruh perjuangan APHI adalah perjuangan khusus untuk honorer yang independen.

“Kita ingin berjuang bersama. Sesuai namanya independen. Kami ingin independen tanpa intervensi dari pihak manapun,” ucap Honorer bidan Puskesmas Sukowono ini.

Meski demikian, perempuan lulusan Poltekes Malang ini mengaku tetap siap terbuka untuk bersinergi dengan pihak manapun.

“Termasuk dengan pemerintah, lintas organisasi dan masyarakat umum. Selama masih bisa menguntungkan, kita terbuka,” harapnya.

Ratih Diah mengaku, selama ini tenaga kesehatan masih terkotak-kotak. Ia berharap, tenaga kesehatan bisa bersatu lewat organisasi APHI yang dipimpinnya.

“Selama kita tidak kompak dan fanatik kelompok. Melalui pengurus yang baru, mari kembali Bersatu. Kita organisasi legal, berbadan hukum Kemenkumham. Jadi, tidak usah ragu untuk bergabung berjuang bersama kami,” tutur Ratuh Diah yang dikenal sebagai Aktivis Kesehatan ini. (*)

Tinggalkan komentar