IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Rakor Peningkatan Partisipasi, Pj Wali Kota Mojokerto: Masyarakat Elemen Pendukung Kesuksesan Pemilu

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
998359e2f8add0094d42ad39dce602a1
Mas PJ.Wali Kota memberikan arahan terkait partisipasi masyarakat dalam pemilu (Andy / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Menjelang Pemilu 2024, Pemkot Mojokerto mengadakan Rapat Koordinasi terkait peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (8/1/2024).

Penjabat Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro memimpin secara langsung Rakor tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat untuk memberikan suara dalam Pemilu merupakan salah satu elemen pendukung dalam kesuksesan Pemilu.

Responsive Images

“Angka partisipasi masyarakat dari tahun ke tahun meningkat, terakhir di angka 86% kalau bisa di tahun 2024 partisipasi masyarakat bisa mendekati angka 90%. Ini bukan pekerjaan mudah saya minta tolong semua bersinergi secara masif, ini bukan tugas KPU atau Bawaslu tapi tugas kita bersama,” kata Ali Kuncoro.

Sosok yang akrab disapa Mas Pj Wali ini menambahkan, waktu pelaksanaan Pemilu yang berhimpitan dengan cuti bersama libur peringatan Isra’ Mi’raj dan Tahun Baru Imlek bisa menjadi suatu kendala tersendiri.

“Kalau warga on the track longweekend ini bisa menjadi kendala. Jadi saya minta tolong sosialisasinya lebih masif dan masyarakat harus ditekankan 12 dan 13 Februari 2024 harus kembali masuk. Untuk ASN betul-betul kita cek kehadirannya,” tegas Mas Pj Wali.

Kepala Dispora Jatim ini juga berpesan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu bisa dengan membuat TPS tematik serta menjemput para pemilih yang berhalangan datang ke TPS.

“Pak Camat, Pak Lurah tolong mulai didata warga yang mungkin tidak bisa memberikan suara di TPS. Harus disiapkan sarana pendukung untuk dijemput di rumah dari rumah masing-masing untuk diantarkan ke TPS,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasdim 0815/Mojokerto Mayor Arh. GN. Putu Ardana menyampaikan amanat Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha, untuk menciptakan Pemilu yang aman dan damai agar tidak menganggap sepele kejadian sekecil apa pun.

Oleh karena itu, lanjut Mayor Putu, terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Tentunya dengan komunikasi baik segala permasalahan akan terselesaikan. Ia juga menegaskan tentang netralitas TNI.

“Kami dari TNI, netralitas TNI adalah harga mati. Jajaran Koramil dan Kodim sudah membentuk Posko Netralitas, apabila di kecamatan atau di wilayah memang ada indikasi silahkan langsung berkoordinasi,” tegasnya.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri menyetujui Pj Wali Kota, TPS yang menarik bisa meningkatkan kehadiran masyarakat untuk memberikan suaranya.

AKBP Daniel menjelaskan bahwa 394 TPS yang ada di Kota Mojokerto masuk dalam kategori TPS kurang rawan di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.

“Analisa intel, untuk TPS di Mojokerto Kota tidak ada TPS rawan ataupun sangat rawan, semuanya TPS kurang rawan. Jadi saya yakin dengan informasi yang ada semua berjalan lancar,” jelas AKBP Daniel.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Bobby Ruswin menambahkan, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu perlu pendidikan politik sejak dini, tidak ada intimidasi dari pihak mana pun, serta tidak ada money politik dan akses yang mudah untuk memberikan hak suaranya.

“Pendidikan politik sangat penting sejak dini, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat, sehingga sejak awal masyarakat akan mengetahui pentingnya Pemilu sehingga dengan Demikian tingkat partisipasi pemilu akan semakin tinggi,” terangnya.

Sebagai informasi, Rakor ini turut dihadiri oleh Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, Ketua KPU Kota Mojokerto Saiful Amin serta Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Dian Pratmawati. (ADV)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar