IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Permohonan Relaksasi Angsuran Mitra Pengemudi Daring Berakhir Ricuh di MAF Surabaya

Avatar of Admin Kabar Terdepan
WhatsApp 2BImage 2B2020 06 18 2Bat 2B23.01.20
Bentrok Driver Online dengan Debt Collector di depan MAF Surabaya
SURABAYA,- Sore ini, di grup pesan daring Whatsapp pengemudi taksi online cukup viral, tentang adanya dugaan pemukulan mitra pengemudi taksi online oleh pihak Eksternal MAF (Mega Auto Finance), jalan Taman AIS Nasution, Surabaya pada hari Kamis, 18/6/2020 sekitar pukul 14:00.
Setelah ditelusuri oleh  www.kabarterdepan.com, kejadian ini bermula dari datangnya mitra pengemudi taksi online yang ingin mempertanyakan restrukturisasi angsuran di MAF ini.
“Dari beberapa leasing yang ada, paguyuban Bamboe Runcing ini sudah ada kesepakatan dengan delapan leasing, namun hingga hari ini belum ada kesepakatan dengan pihak MAF ini. Pada tahap selanjutnya, agak siang pihak MAF ini akan memproses pengajuan dari mitra pengemudi daring ini. Waktu berjalan, semakin banyak debt collector yang datang. Ketika teman-teman maju mau bertanya, debt collector pun maju dan melakukan penyerangan. Yang kami sesalkan, ditengah masa pandemi seperti ini seharusnya tidak ada debt collcetor,” terang David Walalangi, Humas Paguyuban Bamboe Runcing.
David menambahkan, “Padahal pada tanggal 3 Maret 2020, mengenai restukturisasi angsuran, Bapak Presiden, Ir. Joko Widodo sudah menegaskan bahwa debt collector tidak ada. Kedua, pada saat rapat dengan DPRD Kota Surabaya juga menegaskan hal ini. Kemudian, ketika pertemuan paguyuban Bamboe Runcing dengan APPI dan OJK regional IV pada tanggal 22 April 2020 pun sudah dijelaskan mengenai Debt Collector.”
“Dan hari ini sangat jelas di depan mata, di depan semua masyarakat Surabaya dan semua driver daring yang ada, bahwa debt collector itu masih ada dan melakukan penyerangan. Bahkan ada beberapa yang menggunakan kayu seperti di video, sehingga jatuh korban, tiga pengemudi daring sedang dirawat di Adi Husada Medical Center, posisi saya saat ini sedang mendampingi korban. Malam ini juga, kami bersama pengacara akan menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Polrestabes Surabaya dan melakukan visum,” tutup David.
Sementara itu, Kapolsek Genteng, AKP Anggi Ibrahim Saputra membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, insiden itu dipicu kesalahpahaman antara dua kubu yang tidak telibat secara langsung dengan kepentingan relaksasi angsuran.
“Lma debitur menanyakan proram relaksasi. Kebetulan itu driver taksi online. Awalnya pengajuan itu tidak ada kata sepakat antara kreditur dan debitur. Sehingga diminta untuk kembali lagi nantinya akan diproses pengajuan ke pusat lagi. Sudah clear. Tetapi diluar ternyata sudah banyak massa debt collector sehingga terjadi adu mulut,” kata Anggi saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut AKP Anggi Ibrahim Saputra menjelaskan, massa kedua kubu yang terlibat kerusuhan itu bahkan tak mengerti pokok persoalannya.
“Sebenarnya yang memiliki masalah kredit sudah selesai. Bahkan, saya kumpulkan lagi dan benar sudah selesai sementara massa di luar ini tidak tahu masalahnya. Ricuh sendiri bahkan ada yang saling kejar, mukul dan ada yang merekam,” pungkas AKP Anggi Ibrahim Saputra kepada www.kabarterdepan.com.
Kericuhan berujung penganiayaan pun tak terelakkan. Kedua kubu bahkan dikabarkan saling lapor ke Mapolrestabes Surabaya. Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana membenarkan adanya laporan terkait insiden di Bambu Runcing tersebut.
“Iya benar sudah ada yang melapor. Masih kami proses penyelidikan,” tutup Arief.

Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar