IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Es Tawon Kidul Dalem Malang, Bertahan dengan Kesederhanaan Sejak 1955

Avatar of Jurnalis : Dinda - Editor : Yunan
DSC01058 min scaled
Sri Utami, generasi kedua penjual Es Tawon Kidul Dalem (Dinda/Kabarterdepan.com)

Kota Malang, Kabarterdepan.com – Es Tawon Kidul Dalem adalah salah satu kuliner di Kota Malang yang sudah ada sejak 1955. Meski telah merasakan pergantian zaman, kesederhanaan dan manisnya minuman ini tetap bertahan hingga sekarang.

Es Tawon Kidul Dalem atau kini lebih dikenal dengan nama Es Tawon merupakan es campur yang pertama kali dirintis oleh Yaminah. Kini, Es Tawon itu diteruskan oleh generasi keduanya, Sri Utami (61). Sri sendiri meneruskan jualan milik ibunya sejak 1996.

Responsive Images

Dulunya, es campur ini dijual dengan gerobak di daerah Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Namun karena adanya masalah lahan, di tahun 2010, Sri memilih untuk menyewa tempat lain yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal, yakni di Jl. Zainul Arifin No.15, Kelurahan Sukoharjo.

Tetapi sejak tujuh bulan terakhir, Sri berpindah tempat lagi berjarak beberapa petak rumah ke arah utara dari lokasi sebelumnya. Kini, kios jualannya lebih sederhana. Sri berjualan di depan rumah milik orang lain dengan meja dan beberapa toples yang berisikan bahan-bahan untuk es campurnya.

Sri sempat bercerita bahwa omset jualannya cukup menurun, apalagi dampak dari pandemi Covid-19.

Dulu, Sri bisa menjual sekitar 40 gelas per hari. Sekarang, dia mengaku hanya menjual kurang lebih 15 gelas saja. Meski begitu, Sri tetap ingin berjualan es campur warisan ibunya tersebut. Ia ingin menjaga manisnya Es Tawon walau dalam kesederhanaan sekalipun.

“Ya saya ingin meneruskan apa yang sudah ibu saya rintis. Sayang kalau tidak diteruskan,” ungkap Sri saat ditemui di kedai sederhananya.

Es campur yang dinamai karena banyak mengundang datangnya tawon itu memang digandrungi oleh berbagai kalangan dari berbagai daerah. Salah satunya Anton (75), pelanggan setia asal Jakarta itu mengatakan bahwa rasa dari Es Tawon tidak pernah berubah.

“Saya pelanggan dari zaman Ibu Yaminah. Saking rindunya, saya barusan sampai pesan dua porsi dan rasanya masih sama,” ujar Anton.

Sri mengatakan, bahan-bahan dasar yang dia gunakan masih sama seperti yang dipakai ibunya dahulu. Ada pasta kacang hijau, alpukat, cincau hitam, dawet, dan sirup gula. Hanya saja masalah variasi isian, Sri tak lagi menggunakan buah-buahan dalam es campur miliknya. Kini, ia menggantinya dengan tape dan ketan hitam saja sebagai isian tambahan.

“Terlalu banyak isi kalau diberi buah, sering orang beli itu tidak mau pakai buah. Jadi ya sekarang enggak pakai lagi,” jelas Sri.

Sebenarnya, apa yang membuat Es Tawon ini berbeda dengan es campur lainnya ? Kuncinya terletak pada pasta kacang hijau dan alpukat khas buatan Yaminah yang kini dilanjutkan oleh Sri.

Tak semua bahan yang ada pada Es Tawon adalah buatan Sri sendiri, seperti cincau hitam, dawet, tape, dan ketan hitam. Sri memilih untuk membelinya dalam bentuk jadi.

Seporsi Es Tawon dengan pilihan variasi isian dibandrol cukup murah, hanya Rp 8000 saja. Anda dapat memilih bahan mana yang ingin ditambahkan atau tidak.

Jika ingin mencicipi manisnya Es Tawon legendaris, Anda dapat berkunjung antara pukul 10.00 WIB – 15.00 WIB. Sri membuka warungnya setiap hari. (*)

Tinggalkan komentar