IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Peringati Isra Miraj, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai dan Kondusif

Avatar of Jurnalis : Ano - Editor : Muzakki

Gubuenur khofofahSurakarta, Kabarterdepan.com – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tinggal 6 hari lagi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat dan komponen bangsa ikut mendukung agar pesta demokrasi 5 tahunan ini berjalan damai dan kondusif.

” Untuk mewujudkan Pemilu 20024 damai, perlu terus menumbuhkan rasa saling percaya dan saling mengingatkan. Pesta demokrasi ini harus disikapi secara dewasa dan bijaksana. Berbeda pilihan menjadi suatu hal yang biasa,” ungkap Khofifah dalam peringatan Isra Miraj di Surakarta, Kamis (8/2/2024).

Responsive Images

Menurutnya perlu kesepakatan bersama bahwa pemilu yang damai, dengan pengawasan demokrasi dan sistem yang kuat akan diikuti dengan kerelaan menerima

Pesta demokrasi lima tahunan ini, lanjut Khofifah, merupakan ajang estafet kepemimpinan. Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang mematangkan diri dalam demokrasi.

Untuk itu, harap Khofifah, seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam menyukseskan pemilu tahun 2024 ini.

“Sebagaimana Isra Miraj, ini adalah momentum penting untuk naik pangkat menerima keagungan kewajiban salat. Ada masa masa anxiety atau kegamangan untuk menjalan demokrasi prosedural melalui public presures, fitnah dan ujaran kebencian serta ancaman akan proses demokrasi yang tengah berjalan,” jelasnya.

Menurut Khofifah perjalanan bangsa ini memiliki keyakinan bersama akan pentingnya demokrasi. Hal Ini dilambangkan dengan Pemilu tahun 1955 sampai kini Pemilu 2024.

“Demokrasi kita harus terus ditingkatkan sebagaimana Nabi Muhammad SAW diajak oleh malaikat Jibril untuk pergi ke langit ketujuh, harus meningkat levelnya,” kata alumnus FISIP Unair itu.

Di tengah semaki memanasnya suhu politik ini, Khofifah juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen untuk menjaga suasana kondusif dan aman serta menghindari isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.

“Saya mendorong partisipasi aktif masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” katanya.

Khofifah menegaskan, pemilu yang damai akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi setiap warga negara untuk menyalurkan hak pilihnya tanpa rasa takut atau tekanan.

Sudah selayaknya, pemilu dilaksanakan dengan penuh suka cita, tanpa diwarnai dengan ujaran kebencian, kerusuhan dan bentrok antar warga.

“Keberhasilan pemilu tidak hanya diukur dari hasil akhir tetapi juga dari proses demokrasi yang damai,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, dalam pelaksanaan pemilu, yang terpenting dilakukan adalah konsistensi menjaga nilai-nilai kebersamaan dan musyawarah mufakat. Hal ini karena menurutnya sistem demokrasi itu Islami karena adanya unsur musyawarah dan penggunaan hak hak kemanusiaan dan kesetaraan warga.

“Hal ini harus menjadi pegangan kita bersama. Sistem demokrasi masyarakat dan tercermin dalam kerukunan, kebersamaan dan kerelaan menerima hasil musyawarah dalam pemilu. Mari kita jaga kondusivitas agar terhindar dari konflik dan perpecahan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan komentar