IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Alhamdulillah, Jalur Haurpugur – Cicalengka Sudah Dapat Dilewati KA dengan Kecepatan Terbatas

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
Kerusakan yang disebabkan kecelakaan kereta api di Cicalengka Bandung, Jumat (5/1/2024). (X @merapi_undercover)
Kerusakan yang disebabkan kecelakaan kereta api di Cicalengka Bandung, Jumat (5/1/2024). (X @merapi_undercover)

Nasional, Kabarterdepan.com – Jalur KA antara Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka sudah dapat dilewati kereta api dengan kecepatan 20 km per jam mulai hari ini, Sabtu (6/1/2024) pukul 06.30 WIB.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengucapkan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh stakeholders yang terlibat dalam proses normalisasi jalur rel Stasiun Haurpugur – Stasiun Cicalengka.

Responsive Images

Luqman Arif menambahkan, hasil kordinasi dengan petugas di Daop 2 Bandung mengabarkan saat ini jalur rel sudah bisa dilewati dengan kecepatan terbatas.

“Sejumlah perbaikan jalur rel terus dilaksanakan agar dapat segera beroperasi kembali,” kata Luqman Arif.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya mewakili KAI, menyampaikan bahwa pihaknya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut.

“KAI dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar,” ucap Luqman Arif.

Dengan telah normalnya jalur tersebut, lanjut Luqman, seluruh KA keberangkatan dari Daop 8 Surabaya baik dari Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang dengan tujuan Bandung berjalan sesuai jalur pola operasi sebenarnya.

Sebagai informasi, setiap harinya dari Daop 8 Surabaya terdapat 5 KA reguler dan 1 KA tambahan selama Nataru 2023/24 dengan tujuan Bandung melalui jalur selatan dan 1 yang melalui jalur utara.

KA jarak jauh keberangkatan Daop 8 Surabaya dengan tujuan Bandung tersebut ialah :

1. KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong;
2. KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung;
3. KA Mutiara Selatan Surabaya Gubeng – Bandung;
4. KA Turangga Surabaya Gubeng – Bandung;
5. KA Malabar relasi Malang – Bandung;
6. KA Tambahan Nataru Surabaya Gubeng – Kiaracondong;
7. KA Harina relasi Surabaya Pasarturi – Bandung.

Sebelumnya diberitakan, kereta api tidak dapat melintasi jalur ini lantaran adanya kecelakaan Kereta Api antara KA Commuterline Bandung Raya dan KA Turangga, di km 181+700, Jumat (5/1) kemarin.

Kereta api pertama yang melintasi jalur tersebut yaitu KA Cikuray ( KA267) relasi Garut – Pasarsenen pada jam 08:56 WIB.

Pasca kejadian KKA tersebut, KAI segera berupaya melakukan proses evakuasi sarana dan perbaikan jalur rel dengan melibatkan puluhan petugas, yang terdiri dari tim KAI, KAI Commuter, BTP wilayah Jabar Kemenhub, Basarnas, dan Stakeholders terkait lainnya.

Dalam proses mengevakuasi rangkaian kereta api tersebut, KAI menggunakan 2 Crane, 6 unit dongkrak elektrik, ratusan bantalan rel, serta peralatan pendukung alat berat lainnya.

Untuk penyebab kejadian kecelakaan kereta api tersebut, KAI bersama pihak-pihak terkait seperti KNKT, Kemenhub, dan Kepolisian terus menyelediki penyebab terjadinya kecelakaan ini.

Informasi lebih lanjut terkait informasi perjalanan KA pada dapat menghubungi Customer Service di stasiun serta Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email [email protected], atau media sosial KAI121.

(*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Responsive Images

Tinggalkan komentar