IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Tanggul Jebol, Banjir Lumpuhkan Jalur Pantura Demak-Kudus

Avatar of Redaksi
Kondisi masjid Dungbanten Karanganyar Demak, Jumat (9/2/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)
Kondisi masjid Dungbanten Karanganyar Demak, Jumat (9/2/2024). (Redaksi/kabarterdepan.com)

Demak, kabarterdepan.com – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dilanda banjir. Setelah sebelumnya banjir melanda wilayah Kabupaten Grobogan, kini Demak juga mengalami banjir.

Banjir di Demak diakibatkan jebolnya tanggul di beberapa sungai di Kabupaten Demak sejak Kamis (8/2/2023). Banjir tersebut mengakibatkan jalur Pantura Demak-Kudus menuju semarang dan sebaliknya, lumpuh total.

Responsive Images

Pasalnya hingga kini, luapan air masih merendam jalan raya utama tepatnya jembatan Tanggul Angin perbatasan Kudus arah Demak.

Ketinggian air di lokasi tersebut membuat arus lalu lintas dari arah Kudus menuju Semarang macet utamanya depan Pasar Karanganyar, Demak.

Kasat Lantas Polres Demak AKP Lingga Ramadhani Jumat (9/2/24) mengatakan pihaknya bersama Dinas Perhubungan mengarahkan penggunaan jalur alternatif
kendaraan yang melintas dialihkan ke arah Jepara untuk menghindari banjir memalui pertigaan Trengguli arah Welahan.

“Banjir di Karanganyar Demak membuat kendaraan dari Semarang menuju Kudus tidak dapat melintas karena ketinggian air cukup tinggi mencapai 1-1,5 meter, sementara dialihkan melewati Simpang Tiga Trengguli-Mijen-Welahan dan Jepara,” ujarnya.

Lingga menambahkan dari jumat (9/2/24) siang pihaknya akan selalu Update kondisi banjir yang diakibatkan tanggul jebol ini, Informasi sementara, belum bisa dilalui ketinggian air masih 60 hingga 120 cm.

“Rekayasa pengalihan arus menghindari banjir akan terus kami dilakukan sampai kondisi aman,” jelasnya.

Dari pantuan vlog akun Instagram @infonkejadiandemak, ruas jalan raya pantura Karanganyar, Demak yang menghubungkan Kudus Demak macet total Kemacetan terjadi mulai Jumat (9/2/2024) pukul 10.00 WIB.

Titik kemacetan terpantau panjang mengular hingga sekitar satu kilometer di perbatasan Kabupaten Kudus-Demak hingga di sekitar Terminal Jati, Kudus.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, M. Agus Nugroho menyebutkan, bahwa banjir yang melanda tersebut akibat dari jebolnya tanggul sungai yakni Sungai Wulan Wonosalam,Sungai Jratun Gajah Sungai cabean serta sungai Tuntang, di Karangawen.

Dari data sementara, terdapat lima kecamatan yang terdampak banjir seperti Kecamatan Gajah, Karangawen, Kebunagung, Wonosalam, Karangtengah, dan Dempet.

Sementara terdapat kurang lebih 4.107 Keluarga atau 15.787 jiwa terdampak banjir dan 1008 hektar areal persawahan terendam air. (kin)

Tinggalkan komentar