IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Pendakian Puncak Semeru di Pagi Buta #2

Avatar of Wartawan : Cak Rawi - Editor : Yunan
pendakian puncak semeru 3676 Mdpl
Pendakian Puncak Semeru

Lumajang, KabarTerdepan.com – Pendakian Puncak Semeru yang sesungguhnya akan segera dimulai setelah perjalanan dari Ranupani ke Kalimati di artikel sebelumnya, di Kalimati kami mendirikan tenda dan mulai masak buat makan malam sambil mempersiapkan segala sesuatunya untuk summit ke puncak Semeru esok pagi

Pukul 19.00 ditengah dinginnya udara malam, kami harus segera makan malam karena habis itu kami harus segera tidur karena harus bangun pukul 1.00 pagi agar bisa mulai pendakian puncak Semeru pukul 1.30 dengan estimasi 4 jam perjalanan santai ke puncak

Responsive Images

Pada waktu mau tidur mulai kelihatan kalau persiapan pendakian puncak Semeru saya sangat kurang sekali untuk ngecamp karena selama ini saya selalu tektok kalau ke gunung jadi perlengkapan seperti sleeping bag, jaket, kaos kaki, sarung tangan kurang memenuhi syarat biarpun sudah semaksimal mungkin di persiapkan tetapi tetap masih ada aja yang kurang

Malam itu kaki saya kedinginan dan biasanya saya masuk ke sleeping bag aja sudah cukup tetapi waktu itu ternyata masih kurang, badan masih menggigil, tebersit perasaan kuatir kena hypo tetapi gejala-gejalanya saya tidak merasakan karena badan masih terasa ada hangatnya

Pendakian Puncak Semeru, galaksi bima sakti di kalimati
Milky Way di malam pendakian Puncak Semeru
danau ranukumbolo Pendakian Puncak Semeru
Ranukumbolo di lihat dari Pendakian Puncak Semeru

Berusaha menghangatkan badan dengan masuk ke dalam sleeping bag lebih dalem, badan dibalut jaket rangkap 2 (windbreaker serta jaket kain), sarung tangan dan kaos kaki biasa aja tetapi seperti itu saja masih terasa kedinginan padahal temen yang lain malah merasa kepanasan di dalam sleeping bag

Disinilah mulai pikiran membayangkan yang bukan-bukan, takut gejala hippo yang kalau dipaksakan muncak malah kuatir bisa lebih parah, kuatir fisik tidak menunjang karena kurang tidur dan macam-macam perasaan berkecamuk di pikiran

Tepat pukul 1.00 pagi semua sudah bangun dan saya masih tetap tidur-tidur ayam, tidur tidak bisa nyenyak. Sempet ngomong kalau mau berubah pikiran tidak bisa muncak dengan beribu alasan diatas tetapi tetam seperjalanan memberi semangat kalau pasti bisa muncak karena jaraknya tinggal sedikit lagi

Disinilah permainan mental, saya harus bisa menyemangati diri sendiri, harus cari alasan yang super kuat agar biar bergerak karena saat itu saya masih dalam posisi dalam sleeping bag

Mulailah saya buka-buka memory otak, saya finisher BTS 102K dalam waktu 30 jam yang waktu itu sepanjang perjalanan saya kehujanan basah terus dan saya akhirnya bisa finish

Saya pernah kena gejala hypo sewaktu summit di Gunung Gede Pangrango dan kalau dibandingkan dengan kondisi saat ini ternyata kondisi saat ini masih belum apa-apa jadi harusnya aman

Akhirnya saya putuskan untuk keluar tenda mengecek kondisi diluar karena kalau dalam tenda terus sudah bisa dipastikan bakal kedinginan tetapi kalau saya bergerak terus, paling juga di awal saja kedinginan, nanti setelah beberapa menit pasti sudah normal lagi suhu tubuh karena tubuh kita akan menyesuaikan dengan kondisi sekitar

Ternyata kondisi di luar tidak ada angin, galaksi Bimasakti terlihat cantik di langit jadi artinya aman sekali pagi ini dan langsung saya putuskan untuk berangkat pendakian puncak Semeru sesuai rencana awal

Semua persiapan untuk summit sudah siap di vest jadi tinggal pakai sepatu aja. Di luar tenda saya pemanasan terus sambil menunggu yang lain mempersiapkan diri untuk pendakian puncak Semeru

Beberapa kali melakuak gerakan jumping jack, gesek-gesekin tangan ke telinga biar hangat, mondar-mandir sekitar tenda sekedar buat hangatin badan

Akhirnya tepat 1.30 pagi setelah kami berdoa, kami bertiga mulai jalan menembus gelapnya malam

Jarak ke puncak sih gak jauh, hanya 3 km aja tetapi dengan kontur jalur berpasir dengan batu-batuan kecil, sudah bisa dipastikan setiap sekali nanjak bakalan merosot 3x, begitu terus di ulang-ulang sampai ke puncak

Perjuangan sesungguhnya ke puncak adalah di batas vegetasi, batas antara hutan dengan lereng pasir, sangat menguras tenaga banget

Di ketinggian diatas 3000 Mdpl, oksigen berubah tipis jadi bikin susah nafas, kepala bisa pusing, hidung terasa pilek susah nafas ditambah lagi harus berjuang menahan terpaan angin di puncak

Disinilah kemampuan otot seluruh badan di paksa bergerak maksimal, perjalanan nanjak tidak bisa sekaligus karena tubuh harus pelan-pelan beradaptasi dengan ketinggian dan kalaupn harus berhenti untuk mengatur nafas juga tidak boleh terlalu lama karena udara sangat dingin sekali ditambah terpaan angin

jalur kalimati puncak semeru

Sebagai informasi, beberapa Gear atau peralatan untuk summit harus ada seperti ini

  1. Vest yang ringan
  2. Sarung tangan tebal dan idealnya waterproof biar tidak basah kena embun atau kena hujan
  3. Jaket windbreaker untuk lari sebetulnya cukup asalkan kita bergerak terus tetapi kalau harus sering berhenti, jaket ini bisa bikin tambah dingin kena angin jadi baiknya pakai jaket yang ringan dengan spesifikasi anti air, anti angin
  4. Sepatu harus ditambah gaiter, tidak harus gaiter tinggi sampai bawah lutut, gaiter yang kecil aja sudah cukup
  5. Kaki terlindungi pakai celana panjang yang ringan, bisa yang sering dipakai lari atau buat daki gunung
  6. Kepala yang harus terlindungi adalah bagian telinga karena peka hawa dingin jadi pakai harusnya buff yang biasa aja cukup tetapi kalau kena keringat jadinya basah dan malah dingin. Idealnya pakai penutup kepala yang tipis yang bisa menutup semua kepala
  7. Trekpole jadi alat wajib karena sangat membantu biar bisa efektif bergerak tetapi tanpa trekpole-pun juga bisa, banyak yang nggak pakai
  8. Helm seperti buat caving atau sepeda yang modelnya tertutup bisa jadi optional karena batu-batunya rawan longsor dan kepala kalau kena batu kecil dari atas udah pasti bocor

Jarak Tempuh Pendakian Puncak Semeru dari Kalimati

Total perjalanan Kalimati ke puncak kalau berjalan terus harusnya bisa ditempuh 3 jam-an tetapi total waktu 4-5 jam juga masih oke asalkan sebelum jam 10 kita sudah harus turun dari puncak karena hembusan angin yang membawa abu semburan dari kawah berubah ke arah puncak jadi membahayakan bagi pendaki
Akhirnya kami bertiga (aku, lutfiel, budi) bisa sampai puncak semua dan bisa menikmati indahnya matahari terbit
Sangat indah sekali dan situasi seperti inilah yang membikin saya selalu kangen untuk selalu kembali muncak, selalu merasa tubuh ini tidak ada apa-apanya di dunia ini karena sangat kecilnya jika dibandingkan dengan semua ciptaan Tuhan, jadi tidak ada yang perlu dibanggakan termasuk bisa sampai ke puncak ini tanpa bantuan Tuhan sudah pasti akan tepar di bawah
kayu jadi penolong saat summit semeru
Tongkat penolong selama pendakian Puncak Semeru
Oh iya mengenai pertolongan Tuhan ini saya punya cerita sendiri. Jadi sewaktu perjalanan pendakian puncak Semeru itu saya berpikir kok rasanya enak ya kalau ada trekpole biar kaki tidak terlalu nahan kalau pas melorot, dalam hati sempet ngomong kalau ada trekpole enak juga ya hehehehe…
Dan nggak tau gimana pas nanjak ketemu kayu yang tinggi dan besarnya pas banget di tangan menancap di pasir, alhamdulillah Allah Hu Akbar, pendakian jadi terasa lebih nyaman
Selebihnya pendakian puncak Semeru sangat menyenangkan, alam semesta mendukung banget dan perjalanan turun ke kalimati bisa ditempuh dalam 2 jam sambil main ski di pasir, asyik banget main ski di lereng semeru tetapi harus tetep hati-hati dan fokus karena sekali kita lengah sudah pasti jatuh dan bisa terguling sampai ke bawah
Gunung Semeru memang selalu membikin kangen dan selalu ada kisah menarik di setiap pendakian

Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Responsive Images

Tinggalkan komentar