IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Cegah Anemia Kronis, Bupati Mojokerto Ajak Siswi SMPN 1 Pacet Minum Tablet Tambah Darah

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
WhatsApp Image 2024 02 24 at 9.01.14 AM
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menggencarkan minum Tablet Tambah Darah (TTD) berlangsung di SMP Negeri 1 Pacet (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto (Pemkab Mojokerto) berupaya agar para remaja putri (Rematri) di Bumi Majapahit dapat terhindar dari Anemia Kronis yang dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi stunting.

Untuk mendukung hal tersebut, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menggencarkan minum Tablet Tambah Darah (TTD) berlangsung di SMP Negeri 1 Pacet yang dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif), Jumat (23/2/2024) pagi.

Responsive Images

Lebih lanjut, pelaksanaan minum TTD di SMP Negeri 1 Pacet, diawali dengan melakukan senam bersama dengan seluruh siswa-siswi. Bupati Ikfina juga menyerahkan secara simbolis tablet tambah darah kepada kepala sekolah SMP Negeri 1 Pacet Siswoto.

Bupati Mojokerto juga membuka sesi tanya jawab kepada para siswa terkait sel darah merah dan anemia, serta menyerahkan hadiah berupa kaos bagi siswi yang berhasil menjawab pertanyaannya.

Dalam arahannya, Bupati Ikfina mengungkapkan, pelaksanaan minum TTD secara serentak ini, sebagai upaya dalam percepatan penurunan stunting.

Selain itu, TTD merupakan program dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang wajib dilakukan di seluruh Indonesia, karena stunting dapat mengancam kualitas sumber daya manusia.

“Stunting ini adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena pada saat ibunya hamil, ibunya mengalami kurang darah atau anemia. Kurang darah atau anemia pada ibu hamil dikarenakan ternyata sejak ibu hamil ini, yang masih menjadi calon ibu sudah mengalami anemia kronis,” terang Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga mengatakan, kekurangan darah atau anemia kronis pada siswi dapat disebabkan dari menstruasi setiap bulan yang dialami oleh wanita. Maka Ia mengimbau kepada seluruh siswi SMP Negeri 1 Pacet untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Menurut Ikfina, zat besi menjadi salah satu faktor utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh. Selain itu, kebutuhan zat besi pada tubuh sebesar 15 mg setiap harinya.

“Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, daun ketela, kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati. Jadi makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu kacang-kacangan, hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian kuning telur. Karena faktanya 30 persen atau 1/3 remaja putri di Indonesia mengalami kondisi yang namanya anemia atau kekurangan darah,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga mengimbau, agar seluruh siswi untuk selalu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan minum TTD setiap minggunya.

Hal tersebut perlu dilakukan, selain anemia bisa menyebabkan ibu melahirkan bayi stunting, anemia juga dapat menyebabkan mudah mengantuk, otak tidak bisa berpikir dengan cepat, dan tidak bisa konsentrasi.

“Terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, yakni minum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Akan tetapi minum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi di dalam usus,” pungkasnya.

Diketahui, pada pelaksanaan minum TTD, juga turut dihadiri Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ninik, Kepala Puskesmas Pacet Dr. Cipto, Kepala Puskesmas Pandan bidan Rani, dan Forkopimca Pacet. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar