IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Bulan Rajab, Adakah Dalil Puasa Sunnah Rajab?

Avatar of Jurnalis : Lintang - Editor : Yunan
6E4A8549 41C8 4DC8 81AE B9CE1E3D53C1
Ilustrasi berbuka puasa (Freepik)

Nasional, Kabarterdepan.com – Memasuki bulan Rajab, mulai timbul kontroversi antara sesama umat muslim mengenai puasa sunnah Rajab.

Salah satu amalan yang sering dilakukan di saat datangnya bulan Rajab adalah puasa sunnah Rajab.

Responsive Images

Namun, tak jarang bagi sebagian umat muslim yang mempermasalahkan hal tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan menyampaikan, setiap amalan yang dilakukan oleh umat islam hendaknya memiliki dasar yang kuat.

Dasar yang kuat meliputi Al-Quran, hadits, ijma’, maupun qiyas. Melalui dasar tersebut, suatu amal ibadah dapat dimasukkan ke dalam dua kategori, sunnah atau bid’ah.

“Amalan sunah adalah amalan yang memiliki pijakan dalam sumber agama Islam. Sedangkan amalan bid’ah adalah amal yang tidak memiliki pijakan dalam Islam,” jelasnya.

Lalu, bagaimana penjelasan mengenai puasa di bulan Rajab yang sering dilakukan oleh masyarakat, khususnya Indonesia?

Ia menjelaskan bahwa tidak ada hadits yang bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan anjuran untuk mengamalkan puasa sunnah Rajab secara lugas dan spesifik.

Sementara itu, Alhafiz juga menyebutkan penjelasan Imam An-Nawawi yang menyatakan bahwa ibadah puasa pada prinsipnya dianjurkan dalam agama.

“Tetapi yang perlu diingat, larangan untuk berpuasa di bulan Rajab juga tidak ditemukan di dalam Al-Quran, hadits, ijma’ sebagai sumber hukum Islam. Artinya, puasa sunnah di bulan Rajab tidak bisa dikatakan bid‘ah,” pungkasnya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar