IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Update Banjir Bandang di Libya, Korban Tewas Diperkirakan Tembus 20.000 Orang

Avatar of Jurnalis : Erix - Editor : Yunan
Kondisi Libya yang porak poranda. (Tangkaoan layar X @Cryptoutara.feul)
Kondisi Libya yang porak poranda. (Tangkaoan layar X @Cryptoutara.feul)

Derna, KabarTerdepan.com – Korban banjir bandang dan bendungan jebol di Libya diperkirakan tembus 20.000 orang tewas. Hal ini dsiampaikan Wali Kota Derna, Abdulmenam Al-Ghaithi, saat berbicara kepada stasiun televisi Arab Saudi, al-Arabiya TV.

Sang wali kota mengatakan mengestimasi 18.000 hingga 20.000 orang meninggal dunia setelah dua bendungan jebol sehingga menyebabkan banjir bandang seperti tsunami.

Responsive Images

Saat kejadian berlangsung, sebagian besar penduduk sedang tidur. Abdulmenam Al-Ghaithi mengatakan perkiraannya didasarkan jumlah komunitas yang dihantam banjir bandang, yang digambarkan ‘seperti tsunami’.

Diketahui, banjir bandang yang diperparah dengan bendungan jebol menghantam kota Derna Libya pada Senin (11/9/2023). Banjir bandang menerjang kota Derna setelah Badai Daniel dan hujan deras melanda wilayah itu dalam kurun waktu yang cukup lama.

Juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA) yang mengontrol wilayah timur negara itu, Ahmed Mismari, mengatakan bencana ini diperburuk setelah bedungan di atas Kota Derna ambrol. Dampak bendungan ambrol itu menghanyutkan seluruh lingkungan beserta penduduknya ke laut.

Banyak gedung di Libya yang hancur. (Tangkaoan layar X @Cryptoutara.feul)
Banyak gedung di Libya yang hancur. (Tangkaoan layar X @Cryptoutara.feul)

Sementara itu, upaya pencarian korban meninggal, luka, dan penyintas masih dilakukan. Beberapa negara sudah mengirimkan tim SAR, antara lain Amerika Serikat, Jerman, Iran, Italia, Qatar, dan Turki.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pihaknya kini masih kesulitan dalam mendata WNI korban banjir di Libya Timur.

“Moratorium belum ditutup. Kalaupun ada WNI masuk ke sana (Libya Timur) itu non prosedural. Jadi kita kesulitan untuk melakukan pendataan. Tapi setiap bulan selalu ada laporan WNI bermasalah dan sebagainya di Libya selama ini, karena itu teman-teman masih berusaha untuk menjangkau informasi kalau ada WNI. Mudah-mudahan nggak ada WNI yang menjadi korban,” ujar Iqbal pada wartawan di Gedung Nusantara Kemlu, Jakarta Pusat Kamis (14/9/2023).

Sedangkan Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Yuda Nugraha mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya data korban jiwa dari Indonesia.

“Namun belajar dari pengalaman kita sebelumnya ketika menangani evakuasi bencana maupun konflik, ada saja WNI yang tidak tercatat di KBRI karena mereka nggak lapor. Oleh karena itu kita sudah membuka hotline, jadi sebagai backup yang sudah dilakukan KBRI di lapangan. Jika ada keluarga yang hilang kontak dengan keluarganya di Libya, tolong, segera hubungi +218944815608,” pungkasnya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Tinggalkan komentar