
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com –Bupati Ikfina Fahmawati mengharapkan program guru penggerak ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
“Calon guru penggerak yang menempuh pendidikan selama 6 bulan secara daring maupun luring diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang baru serta dapat menjadi pemimpin-pemimpin pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Bupati Ikfina
Hal itu disampaikan saat menghadiri Panen Hasil Lokakarya Pendidikan Ke-7 Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 7 wilayah mitra Provinsi Jawa Timur di SMAN 1 Puri Mojokerto, Selasa (4/7/2023
Bupati Ikfina menjelaskan, Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud Ristek menyampaikan bahwa saat ini masalah yang dihadapi oleh negara kita bukan lagi pada tingkat kepesertaan anak-anak dalam pendidikan.
“Tetapi yang menjadi masalah sekarang ini adalah bagaimana kita bersama-sama bisa memberikan pendidikan yang berkualitas. Maka kemudian Kemendikbud Ristek mengeluarkan program merdeka belajar yang di antaranya guru-guru ini didorong untuk menjadi guru penggerak,” papar Ikfina.
Pelaksanaan Panen Hasil Lokakarya Pendidikan ke-7 di SMAN 1 Puri dihadiri Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur Budi Prasetyo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono, Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto Tatang Marhaendrata, dan Inspektur Inspektorat Kabupaten Mojokerto Poedji Widodo.
Kegiatan yang diprakarsai Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur itu diikuti 138 calon guru penggerak di tingkat TK hingga SMA/SMK Se-Kabupaten Mojokerto.
Menurut Bupati Ikfina saat ini generasi muda berada pada situasi yang tidak aman atau dalam ancaman. Karena itu, guru harus bisa bergerak bersama untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa Indonesia.
“Kalau kita tidak melakukan apapun dan kita hanya melihat tanpa tergerak dan tanpa menggerakkan maka kita akan tinggal menunggu waktu kehancuran,” ujarnya.
Pada ksempatan itu, Bupati Ikfina mendoakan calon guru penggerak angkatan 7 lulus semua. “Kehadiran para guru penggerak di Kabupaten Mojokerto semakin meningkat, karena saat ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak atau generasi muda Bumi Majapahit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBGP Provinsi Jawa Timur Budi Prasetyo menjelaskan, bahwa guru penggerak memiliki potensi yang sangat luar biasa. Karena guru penggerak dapat berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan komunitas belajar untuk mengelola meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
Apalagi untuk menjadi guru penggerak harus melalui seleksi yang ketat. Ada tiga tahap yakni seleksi administrasi, seleksi tahap 1 dan terakhir seleksi wawancara dan praktik mengajar.
“Semoga kegiatan ini menjadi pemantik api semangat para guru sekolah lainnya agar mengikuti program guru penggerak,” katanya. (*)
