
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya mengoptimalkan transformasi digital. Melalui Dinas Perhubungan, pihaknya meluncurkan inovasi Siramahkerto.
Diketahui, Siramahkerto merupakan singkatan dari Sistem Informasi Rampcheck Kota Mojokerto untuk digitalisasi rampcheck yang selama ini masih dilakukan secara manual.
“Saat ini semua sudah serba digital. Jadi kita harus menyesuaikan, demi mempermudah akses pelayanan dan bisa menyimpan database agar lebih terorganisir dan aman,” ujar Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.
Sebagai informasi, rampcheck adalah kegiatan pemeriksaan uji laik jalan kendaraan, terutama angkutan penumpang. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa angkutan.
“Untuk instansi seperti sekolah, pesantren, kelompok masyarakat, pemerintah atau swasta di Kota Mojokerto yang akan menyewa angkutan umum bus, bisa melakukan permohonan ke Dishub untuk mengecek kendaraan laik jalan atau tidak. Ini gratis dan nanti hasilnya langsung dikirim ke pemohon lewat WA atau email,” terang Ali.
Mas Pj, sapaan akrab Ali Kuncoro melanjutkan, untuk mengajukan permohonan rampcheck maka masyarakat bisa mengunjungi laman siramahkerto.mojokertokota.go.id. Kemudian mengisi dan mengunggah surat permohonan yang telah dibuat.
Rampcheck, lanjutnya, dilakukan secara menyeluruh pada komponen-komponen kendaraan. Diantaranya seperti dokumen kelengkapan kendaraan, lampu-lampu, klakson, ban, rem utama, hand rem, tempat duduk, indicator dashboar, dan yang lainnya.
Sosok yang juga menjabat sebagai Kadispora Jatim ini menambahkan, natinya Dishub akan memberikan rekomendasi kendaraan laik jalan atau tidak. Sedangkan keputusan untuk menggunakan atau tidak bus yang akan disewa tetap menjadi wewenang pemohon.
“Jadi dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penyedia jasa persewaan angkutan umum agar dapat memberikan service terbaik. Serta meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas karena hal-hal teknis yang seharusnya bisa dicegah,” pungkasnya. (*)
