
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengukuhkan pengurus Komite Komunikasi Digital (KKD) Kota Mojokerto periode 2023-2024 di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Kamis (7/12/2023).
Kadis Kominfo Santi Ratnaning Tias resmi menjabat sebagai Ketua Umum KKD Kota Mojokerto, sedangkan posisi Ketua Harian diduduki oleh Muhammad Nur Kholis.
Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan, terbentuknya KKD diharapkan dapat mendukung peningkatan indeks literasi digital di Jatim. Baik dari parameter kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, hingga budaya digital.
”Maka, Kota Mojokerto sebagai bagian dari salah satu 38 kabupaten/kota di Jatim ikut berupaya menyukseskan target yang akan dicapai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tutur Ning Ita.
Perlu diketahui, pengurus organisasi KKD terdiri dari lintas sektoral, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPS, akademisi, awak media, influencer, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Kehadiran mereka untuk berkolaborasi mewujudkan ruang digital bersih dari hoaks dan disinformasi.
“KKD Kota Mojokerto yang baru saja dikukuhkan, bisa segera tancap gas untuk melaksanakan program-program kegiatan yang sudah disusun sebelumnya, agar target yang ingin dicapai bisa terealisasi sesuai harapan,” imbuh Ning Ita.
Sementara itu, Ketua KKD Jawa Timur Arief Rahman yang turut hadir dalam pengukuhan, mengapresiasi terlaksananya agenda tersebut. Terlebih, momentumnya juga tepat untuk menghadapi perhelatan pesta demokrasi pada 2024.
”Di tengah banjir informasi, bahkan tsunami informasi dalam situasi kontestasi politik yang menurut pengalaman dari tahun ke tahun sangat penuh dengan polarisasi, penuh dengan narasi membelah, dan narasi-narasi memecah antaranak bangsa,” tuturnya.
Arief menambahkan, belum lagi hoax atau disinformasi yang menyebar luas lewat media sosial (medsos). Karena itu, perlu dilakukan antisipasi agar kabar bohong itu tidak menjadi sumber dari konflik sosial.
”Yang paling penting saat ini adalah melawan disinformasi. Inilah yang menjadi tujuan dan program utama KKD,” pungkas Arief. (*)
