
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Mojokerto Raya menjadi saksi bisu hangatnya sinergitas antara insan media dengan jajaran pimpinan daerah dalam perayaan Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada Senin, (09/02/2026).
Acara yang berlangsung dengan khidmat menandakan betapa strategisnya peran pers dalam pembangunan di wilayah Bumi Majapahit.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita, Kapolres Mojokerto, Kapolres Mojokerto Kota, Kepala Kejaksaan Negeri atau Kajari Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta perwakilan dari Kodim 0815 dan Korem 082.
Tema HPN 2026
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto, Gus Barra, memberikan apresiasi mendalam terhadap eksistensi PWI Mojokerto Raya.
Beliau menekankan bahwa tema HPN tahun ini, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi para jurnalis.
“Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Pers Nasional tahun 2026 kepada seluruh insan pers, khususnya keluarga besar PWI Mojokerto. Semoga PWI semakin menguatkan peran pers sebagai pilar demokrasi, menyampaikan informasi yang mencerdaskan, sekaligus mengawal kepentingan umum,” ujar Gus Barra dengan penuh semangat.
Gus Barra juga menekankan bahwa “Pers Sehat” adalah kunci utama. Menurutnya, pers yang sehat dituntut untuk tetap profesional, independen, berintegritas, dan berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.
“Pers yang sehat dituntut untuk tetap profesional, independen, berintegritas dan berpegang teguh pada kode etik,” tegas Gus Barra.
Di sisi lain Gus Barra juga menyampaikan, bahwa pers bukan hanya menghadirkan narasi, tetapi juga menjadi menumbuhkan kepercayaan publik.
“Pers tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan narasi yang mencerahkan, menenangkan, dan membangun optimisme masyarakat. Dari pers yang sehat, insya Allah akan tumbuh kepercayaan publik. Ketika kepercayaan publik ini tumbuh, maka akan menjadi fondasi penting,” ucap Gus Barra.

Gus Barra berharap agar sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan para jurnalis dapat diperkuat untuk melawan berita palsu yang dapat menghambat pembangunan daerah.
Tak hanya Bupati Mojokerto yang memberikan sambutan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga memberikan sambutannya.
“Tema ini sebenarnya sebuah tema yang sangat luar biasa, Karena mengandung manifestasi dari sebuah tanggung jawab besar bagi para insan pers,” ujar Ning Ita, sapaan akrabnya.
Dalam sambutannya Ning Ita juga menegaskan bahwa pers merupakan pilar ke empat demokrasi.
“Yang kita tahu pers ini adalah pilar keempat dalam demokrasi. Tentu bagaimana mendukung ekonomi Indonesia berdaulat dan Indonesia menjadi bangsa yang kuat ini menjadi sebuah tanggung jawab besar bagi insan pers yang ada di Indonesia ini,” tegas Ning Ita.
Refleksi Tragedi Agustus 2025: Peran Pers dalam Meredakan Kepanikan
Senada dengan Gus Barra, Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, menekankan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas keamanan dan sosial.
Dalam pidatonya, ia mengingat kembali memori kolektif tentang tragedi besar yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur pada Agustus 2025.
Menurut Ning Ita, tragedi tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi, termasuk di Kota Mojokerto.
“Kita menyadari dampaknya sangat besar terhadap penurunan ekonomi. Oleh karena itu, sangat penting bagi rekan-rekan pers di Mojokerto untuk menciptakan suasana yang ‘adem’, agar situasi menjadi kondusif,” ujar Ning Ita.
Ning Ita juga berharap, sebagai pilar keempat demokrasi, pers tidak hanya fokus pada kecepatan berita, tetapi juga mempertimbangkan dampak psikologis bagi pembaca.
“Bagaimana cara memberikan informasi dan menyampaikan berita agar diterima oleh masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan atau tindakan yang dapat memicu bentrokan di daerah.
Peringatan HPN 2026 di Sekretariat PWI ini ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
Dengan semangat HPN 2026, insan pers di Mojokerto Raya berkomitmen untuk terus menjadi saluran informasi yang valid, berfungsi sebagai pengawas kebijakan yang objektif, serta menjadi penggerak optimisme demi mewujudkan bangsa yang kuat dan ekonomi yang berdaulat. (Septi)
