
Kabupaten Mojokerto KabarTerdepan.com – Masalah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jawa Timur mulai mendapat titik terang. Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PPSLB3) BUMD Pemprov Jatim di Mojokerto siap beroperasi. Pusat pengelolaan limbah yang dikelola oleh PT Pratama Jatim Lestari (PJL) ini berlokasi di Cendoro, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa mengatakan, pusat pengelolaan limbah di Mojokerto direncanakan mulai beroperasi pada bulan depan. “Direncanakan akan mulai beroperasi pada 15 Juli 2023 nanti,” kata Gubernur Khofifah saat meninjau PPSLB3, Rabu (28/6/2023).
Gubernur Khofifah menambahkan, pusat pengelolaan limbah ini diharapkan menjadi solusi bagi pengelolaan limbah B3, baik dari sektor industri maupun medis. “Menurut kami hadirnya pusat pengelolaan limbah ini penting, karena setiap industri, termasuk juga pelayanan medis memerlukan tempat pengolahan limbah,” terang Gubernur Khofifah.
Meski demikian, Gubernur Khofifah mengakui bahwa sistem perizinan untuk pabrik pengolahan limbah ini butuh waktu cukup lama karena tidak sederhana. Tiap item diajukan satu per satu. “Maka harus kami akui memakan waktu lumayan lama karena pengurusan izin tiap item. Kami sampaikan pula bahwa kehati-hatian tim pengelola ini luar biasa. Itulah yang saya selalu pesankan,†tegas Gubernur Khofifah.
Dari total 50 hektar lahan yang akan disiapkan untuk pusat pengelolaan limbah B3, 5 hektar masuk dalam tahap pertama operasional. Lalu, pengembangan kawasan pabrik tahap dua masih proses pengajuan perizinan kembali.
PPSLB3 pada tahap pertama ini mampu mengolah sebanyak 86 kode limbah B3. Selain itu, PPSLB3 akan melayani insinerator pemusnah limbah media dan limbah industri, pengumpulan limbah beracun dan berbahaya (B3), pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash menjadi batako atau paving, pengolahan limbah B3 cair, dan penimbunan limbah B3.
“Pabrik ini bukan hanya menjadi tempat pengolahan limbah saja, melainkan termasuk pemanfaatan hingga penimbunan. Pemanfaatan dari pengolahan limbah ini diantaranya dalam bentuk batako,†ucap Gubernur Khofifah.
