Gudang Ketahanan Pangan Polri Mulai Dibangun di Mojokerto, Berkapasitas 1.000 Ton

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 05 at 18.06.08 13b323bd
Foto bersama groundbreaking secara simbolis pembangunan gudang logistik. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Upaya Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan dengan dimulainya pembangunan gudang logistik di Mojokerto.

Gedung yang dirancang mampu menampung hasil panen masyarakat hingga 1.000 ton ini resmi dibangun di kawasan Lapangan Aset SPN Polda Jatim, Sumber Tebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/6/2025) pagi.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking secara simbolis ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Karorena Polda Jatim, Kombes Pol Harries Budiharto beserta pejabat utama Polda Jawa Timur serta jajaran Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Turut hadir pula jajaran TNI dan Polri setempat, seperti Dandim 0815 Letkol Inf Rully Noriza, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, serta Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel Somanonasa.

Dalam sambutannya, Harries Budiharto menyampaikan bahwa pembangunan gudang pangan ini akan berlangsung selama 120 hari, terhitung mulai 3 Juni hingga 30 September 2025. Proyek dikerjakan oleh CV Ruas Bambu dengan pendampingan dari konsultan konstruksi Elemen 33.

“Saya berharap rekan-rekan kontraktor, konsultan konstruksi dan para pekerja yang terlibat mampu bekerjasama dengan baik, sehingga dalam pembangunan bisa tepat waktu, tepat biaya dan zero accident,” ujar Harries.

Di sela kegiatan, seluruh tamu undangan juga mengikuti seremoni nasional melalui zoom meeting yang menghubungkan Mojokerto dengan lokasi panen raya jagung kwartal II dan groundbreaking gudang serentak di Dusun Kandasan, Desa Bange, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Acara nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya Indonesia mengejar swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Tahun yang lalu kita masih mengimpor jagung, kalau tidak salah 500 ribu ton. Kira-kira tahun 2026 sudah tidak impor lagi Pak Menteri? (Menteri Pertanian Amran Sulaiman),”tanya Prabowo sambil tersenyum ke arah Menteri Pertanian.

Ia kemudian menambahkan optimisme terhadap target tersebut.

“Saya diberi jaminan oleh dua tokoh Indonesia yang hebat. Menteri Pertanian dan Kapolri menjamin tahun 2026 Indonesia tidak impor lagi jagung,” tambahnya.

Tak hanya berbicara soal swasembada, Prabowo juga menyinggung potensi pengembangan produk turunan dari jagung, seperti keripik hingga nasi jagung, yang menurutnya lebih sehat.

“Mungkin juga bisa dibikin nasi dari jagung. Saya kira bisa ya itu. Dan itu lebih sehat dari nasi-nasi lain, nasi jagung,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab nasional, tetapi juga harus menjadi misi tiap daerah.

“Bukan Indonesia yang harus swasembada pangan. Setiap provinsi harus swasembada pangan. Setiap pulau harus bisa berdiri sendiri,” tegas Prabowo.

“Ini kunci kemerdekaan kita, karena kita negara yang tidak lazim. Kita negara yang termasuk unik. Tidak banyak negara seperti kita, yaitu negara kepulauan. Mungkin kita adalah negara kepulauan yang terbesar di dunia ini,” tutupnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page