Dahsyat, Angka Stunting Kota Mojokerto Cuma 1,12%!

Avatar of Redaksi
Wali Kota Mojokerto
Wali Kota Mojokerto, Ning Ita saat menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Semester II Tahun 2025 yang digelar Kamis (4/12/2025) di Balai Kota (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kota Mojokerto kembali mencetak rekor yang menggetarkan! Dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Semester II Tahun 2025 yang digelar Kamis (4/12/2025) di Balai Kota, Wali Kota Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi setinggi langit atas capaian fantastis: angka stunting kini hanya 1,12 persen!

Angka 1,12% ini bukan hanya sekadar data, tapi sebuah loncatan luar biasa, menempatkan Kota Mojokerto jauh di bawah target nasional yang dipatok 14 persen!

“Ini capaian luar biasa. Angka stunting kita tinggal 1,12 persen. Hasil ini menunjukkan kerja keras bersama dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 dari Kota Mojokerto,” tegas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto yang disambut sorak bangga.

Grafik Penurunan Stunting yang Bikin Geleng-geleng!

Penurunan angka stunting di Kota Mojokerto ini terbukti konsisten dan dramatis. Berdasarkan data EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), trennya menunjukkan:

Tahun 2019: 9,04 persen

Tahun 2021: 4,84 persen

Tahun 2023: 2,04 persen

Tahun 2024: 1,54 persen

Oktober 2025: 1,12 persen!

Capaian ini, menurut Wali Kota, adalah buah dari sinergi total seluruh perangkat daerah. “Kota kita kecil, hanya sekitar 140-an ribu jiwa. Justru karena kecil, kinerja harus maksimal. Tidak boleh hanya formalitas. Semua dinas harus bergerak bersama,” ujarnya penuh semangat.

 

BREAKING NEWS! Strategi Penanganan Stunting Berubah Total di 2026

Dengan angka yang nyaris nol, Ning Ita mengumumkan bahwa strategi penanganan stunting akan berubah drastis pada tahun 2026.

Fokus tidak lagi pada “mengobati” kasus yang ada, melainkan beralih ke “menjaga” agar tidak muncul kasus baru sama sekali!

Intervensi baru akan diarahkan pada:

  • Pemenuhan gizi balita secara optimal.
  • Pemenuhan gizi remaja sebagai calon orang tua.
  • Pemenuhan gizi kelompok usia dewasa produktif.

Strategi ini akan didukung penuh oleh program prioritas nasional seperti MBG (MBG: Mulai Berjalan pada 2025) yang menyasar pencegahan di hulu.

Sebagai penutup, Ning Ita mengajak semua Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) untuk terus menjaga komitmen.

“Mungkin tidak semua kondisi bisa kita intervensi, tapi kita wajib berupaya semaksimal mungkin. Teruslah mengabdi untuk kota tercinta,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page