
Kota Kecil dengan Jiwa Sejarah yang Luar Biasa
Daerah, Kabarterdepan.com – Tersembunyi di tengah-tengah Kabupaten Mojokerto, secara geografis Kota Mojokerto menempati posisi strategis sebagai jantung budaya dan ekonomi kecil di Jawa Timur. Berjarak sekitar 50 kilometer barat daya Kota Surabaya, kota ini meski kecil namun memiliki ciri khas yang tak ternilai.
Dengan populasi yang relatif terbatas, Kota Mojokerto justru menjadi simbol keberagaman, kekayaan sejarah, serta keunikan budaya yang mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya.
Ciri Khas Kota Mojokerto: Sejarah, Letak Geografis, dan Batas Wilayah
Sejarah Kota Mojokerto: Dari Masa Kerajaan hingga Era Kini
Nama Mojokerto berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa: “Maja” (yang berarti mulia), dan “Kerto” (yang berarti kehidupan). Dalam konteks historis, kota ini memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Majapahit, sebuah kekuasaan besar yang pernah berjaya di Nusantara.
Menyadur dari Tirto.id, kawasan Mojokerto dulunya merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Majapahit, yang juga dikenal sebagai “Majapahit Kecil” karena keberadaan banyak situs budaya dan keagamaan.
Pada abad ke-18, Mojokerto mulai berkembang sebagai pusat perdagangan kecil. Seiring waktu, wilayah ini menjadi salah satu wilayah administratif penting di Jawa Timur, hingga akhirnya mendapatkan status kota otonom pada tahun 1997, setelah dipisahkan dari Kabupaten Mojokerto.
Batas Wilayah Kota Mojokerto: Peta dan Lokasi Strategis
Kota Mojokerto dikelilingi oleh wilayah yang menonjol dalam struktur geografisnya. Secara administratif, batas wilayah Kota Mojokerto meliputi:
- Utara: Sungai Brantas
- Timur: Kecamatan Puri dan Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto
- Selatan: Kecamatan Puri dan Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto
- Barat: Kecamatan Puri dan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto
Letak geografis inilah yang menjadikan Mojokerto sebagai penghubung penting antara Kota Surabaya dengan daerah pedalaman Jawa Timur, dengan akses jalan raya yang terus diperbaiki oleh pemerintah daerah. Kota ini berada di lapisan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 20–30 meter di atas permukaan laut, membuatnya rentan terhadap banjir musiman, khususnya saat musim hujan.
Peta Kota Mojokerto
Meski kecil, PETA Kota Mojokerto mencerminkan tata ruang yang terorganisir. Secara wilayah luas, Kota Mojokerto seluas sekitar 31,45 kilometer persegi, menjadikannya kota terkecil di Pulau Jawa. Namun, efisiensi tata kota dan pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan.
Berdasarkan data dari Wikipedia, kota ini terbagi menjadi enam kecamatan, yang masing-masing memiliki peran spesifik dalam pelayanan publik, ekonomi mikro, dan administrasi.

Kota Mojokerto Berapa Kecamatan?
Kota Mojokerto terbagi menjadi 6 kecamatan, yang masing-masing terdiri dari sejumlah kelurahan:
- Kecamatan Kota Mojokerto (pusat pemerintahan dan perdagangan)
- Kecamatan Taman (berkembang pesat sebagai pusat pendidikan dan hunian)
- Kecamatan Sooko (kawasan yang masih kental dengan budaya tradisional)
- Kecamatan Kertosono (daerah industri dan transportasi)
- Kecamatan Puri (daerah perbatasan dengan Kabupaten Mojokerto)
- Kecamatan Jetis (kawasan agraria dan agrowisata)
Setiap kecamatan dipimpin oleh seorang camat dan memiliki kantor kelurahan untuk pelayanan masyarakat. Struktur administrasi ini mencerminkan efisiensi pemerintahan yang modern meski kota kecil.
Fakta Perbedaan Kabupaten dan Kota Mojokerto
Pertanyaan “Apa perbedaan Kabupaten dan Kota Mojokerto?” seringkali menimbulkan kebingungan karena kedua wilayah ini berdekatan secara geografis. Berikut penjelasan:
| Aspek | Kota Mojokerto | Kabupaten Mojokerto |
|---|---|---|
| Status Administrasi | Kota Otonom (kota kecil) | Kabupaten |
| Luas Wilayah | 31,45 km² (terkecil di Jawa) | 452,11 km² |
| Kepemimpinan | Walikota | Bupati |
| Fokus Pembangunan | Pariwisata, perdagangan, dan pusat layanan | Pertanian, industri, dan pertambangan |
| Jumlah Kecamatan | 6 | 34 |
Kota Mojokerto lebih fokus pada fasilitas publik, pendidikan, dan layanan kota, sementara Kabupaten Mojokerto lebih luas dan mendukung ekonomi pertanian, perkebunan, serta industri pengolahan.
Ciri Khas Kota Mojokerto: Identitas yang Tak Bisa Ditiru
1. Arsitektur Klenteng dan Vihara yang Khas Cina
Salah satu ciri khas Kota Mojokerto yang paling mencolok adalah arsitektur bangunan keagamaan Tionghoa, terutama klenteng dan vihara. Menurut PPID Kota Mojokerto, ciri khas yang menonjol pada bangunan klenteng dan vihara ini adalah arsitekturnya khas Cina, dengan atap melengkung seperti tangkai teratai, ornamen liontin, serta warna merah dan emas yang khas. Klenteng Tua di kawasan Jalan Cendrawasih menjadi salah satu ikon wisata religi dan budaya.
2. Kuliner Legendaris: Onde-onde Mojokerto
Onde-onde bukan sekadar kue tradisional—bagi Kota Mojokerto, ini adalah identitas budaya yang melekat. Dalam Identitas Budaya Kota Mojokerto, disebutkan bahwa Onde-onde dalam perkembangannya menjadi salah satu identitas budaya di kota Mojokerto ini tidak lepas dari beberapa faktor, termasuk sejarah perdagangan dan peran komunitas Tionghoa. Kue bulat berisi kacang hijau ini kini dijual di hampir semua pasar tradisional dan menjadi oleh-oleh khas bagi para wisatawan.

3. Potensi Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya
Kota Mojokerto juga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan budaya. Pemerintah Daerah setempat terus mengembangkan strategi pengembangan pariwisata, seperti yang disebutkan dalam Strategi Pengembangan Pariwisata Oleh Pemerintah Daerah. Tempat-tempat wisata di antaranya:
- Pura Gunung Wukir (tempat ziarah dan alam)
- Bukit Surodipo (spot foto dengan pemandangan kota)
- Taman Kota Mojokerto (ruang terbuka hijau)
- Pasar Tradisional Mojokerto (khas dengan suasana pedesaan)
Icon Kota Mojokerto dan Misi Masa Depan
Icon Kota Mojokerto bukan hanya bangunan, tetapi juga spirit — semangat kebersamaan, keberagaman, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan slogan “Mojokerto Kota Kecil, Jiwa Besar”, kota ini terus berupaya menjadi contoh kota smart, green, dan humanis di tingkat provinsi.
Ciri khas Kota Mojokerto adalah perpaduan sempurna antara sejarah yang panjang, budaya yang kaya, dan potensi ke depan yang menjanjikan. Dari Kota Mojokerto berapa kecamatan hingga icon kota, dari batas wilayah hingga sejarah panjang, setiap aspek membentuk identitas yang tak tergantikan.
Jika Anda mencari tempat yang kecil tapi penuh makna, Kota Mojokerto adalah jawabannya. Jangan lewatkan destinasi unik ini—pastikan Anda menyimak lebih jauh di PETA Kota Mojokerto, dan jadilah bagian dari keberlanjutan budaya dan pembangunan yang sedang dirancang oleh generasi muda Mojokerto hari ini.
