
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Personil gabungan dari TNI-Polri, DLH, PUPR, Pegawai Kecamatan dan warga Ngoro gotong royong membersihkan aliran sungai Curah Ngoro yang ada di Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Minggu (10/12/2023) pagi.
Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya luapan air yang datang saat musim penghujan. Pasalnya di kawasan Ngoro setiap kali hujan deras kerap terjadi banjir akibat luapan dari sungai.
Hal ini disampaikan oleh Satriyo Wahyu Utomo, Camat Ngoro, ia mengatakan, kegiatan kerta bakti ini dilakukan beberapa petugas gabungan yang terdiri dari beberapa unsur.
“Dalam rangka untuk mengantisipasi banjir karena memang informasinya di sini kan sering terjadi banjir,” katanya Minggu (10/12/2023) pagi.
Dirinya menyebut stakeholder terkait melakukan pembersihan aliran sungai tersebut.
“Langkah yang paling bisa kita lakukan untuk sementara ini memang kebersihan sampah dan juga pohon-pohon yang berpotensi nanti kalau jatuh bisa menyumbat dari saluran air di sungai,” jelas Camat.

Camat membenarkan, jika hujan deras mengguyur wilayah selatan Mojokerto, air yang ada di sungai Curah Ngoro itupun selalu meluap dan menggenangi jalan raya.
“Biasanya setiap tahun hujan di sini pasti meluap ya Tapi cepat surut,” paparnya.
Sehingga, ia pun berharap dengan adanya kegiatan gotong royong tersebut dapat meminimalisir adanya banjir atau luapan air hujan yang dapat mengganggu aktifitas masyarakat.
“Jangan sampai dengan menyumbatnya sampah kotoran dan pepohonan,” harapnya.
Sementara itu, Purwanto Koordinator TRC DLH (Tim Reaksi Cepat Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Mojokerto dilokasi menyampaikan sebanyak 60 personil gabungan diterjunkan untuk membersihkan tumpukan sampah dan pohon yang menutupi aliran sungai.
“Kalau hulunya banyak sampah nanti hilirnya nanti dampaknya bisa banjir,” terangnya.
Ia menuturkan, dari kegiatan yang digelar sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB tersebut pihaknya menemukan beberapa tumpukan sampah yang sengaja dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Banyak sampah pembuangan liar di pinggir sungai maupun rimbunan yang sudah kita bersihkan,” pungkasnya. (*)
