
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengungkapkan, bahwa saat ini sudah masuk pada era Society 5.0, dimana masyarakat dalam kecakapan menggunakan internet dan media digital. Bukan hanya sekedar menitik beratkan pada kecakapan untuk menguasai teknologi, akan tetapi masyarakat juga harus mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.
“Bagaimana kita punya etika, kita punya budaya, dan kita harus hati-hati karena ada peraturan-peraturan yang terikat yang semua ini harus kita tahu,” ujarnya.
Pesan itu disampaikan Bupati Ikfina pada pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi TP PKK Kabupaten Mojokerto di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), pada Rabu, (30/8) pagi. Kegiatan ini diikuti 302 peserta yang meliputi Ketua, sekretaris, dan Pokja II tingkat Desa se-kabupaten Mojokerto.
Selain itu, lanjut Ikfina, pengetahuan dan keterampilan harus dimiliki para pengguna internet. Tak hanya bisa mengoperasikan tetapi juga bagaimana bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.
“Ada empat kompetensi digital literasi yang harus dipahami, yakni digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety,” ujarnya.
Sedangkan, terkait digital culture di Indonesia menurut Kominfo Siberkreasi & Deloitte tahun 2020 dijelaskan, bahwa pengetahuan dasar akan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.
“Itu digital culture, budayanya Indonesia, itu tetap harus muncul ketika kita berada di dunia maya, dan kemudian digital ethics Ini hubungannya dengan etika adab kesopanan,” paparnya.
Menurutnya lemahnya dalam budaya digital di era digital saat ini, menyebabkan seseorang mudah melakukan pelanggaran terhadap hak digital warga. Seperti ujaran kebencian, perundungan, menyebarkan hoaks, perang meme, dan black campaign.
“Ada lima komponen yang harus dipahami oleh masyarakat terkait digital culture, pertama masyarakat harus paham nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika diruang digital,” ujarnya.
Kedua, produksi konten yang berlandaskan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di ruang digital. Ketiga, distribusi konten yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika diruang digital.
Keempat, partisipasi aktif menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika diruang digital. Kelima, kolaborasi aktif menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika diruang digital.
“Bupati Ikfina mengingatkan semua orang harus paham kalau melihat berita di dunia maya. Sebelum mempercayai berita tersebut, harus tahu dulu siapa yang bikin, apakah ini konten yang resmi dan konten yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau kemudian tidak bisa dipertanggungjawabkan jangan percaya dan kemudian dapat berita langsung di share,” tegasnya. (*)
