Demo Mahasiswa Surabaya di Polda Jatim, Desak Perubahan Sistem Kepolisian

Avatar of Redaksi
IMG 20250830 WA0070
Ribuan mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di Polda Jatim. Husni Habib/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com- Ribuan mahasiswa dari sejumlah universitas negeri dan swasta di Surabaya mendatangi Markas Polda Jawa Timur (Mapolda Jatim), di jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (30/8/2025).

Berdasarkan pantauan Kabarterdepan.com massa sudah mulai berdatangan sejak pukul 11.30 WIB. Kemudian mulai bergerak maju ke arah pintu gerbang Mapolda Jatim sekitar pukul 11.50 WIB.

Para massa mahasiswa ini berdatangan lengkap dengan spanduk, baliho sembari menggunakan almamater universitas masing-masing.

Terpantau beberapa mahasiswa dari berbagai universitas ikut serta dalam aksi ini, antara lain Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya , Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jatim, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma dan berbagai kampus lainnya di Surabaya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BEM Unesa), La Rayba Fie mengatakan aksi ini diinisiasi oleh mahasiswa yang mana dilakukan untuk menuntut reformasi di badan kepolisian atas tindakan represif yang menyebabkan salah seorang pengemudi ojek online (Ojol) meninggal dunia saat aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (27/08/2025) lalu.

“Kali ini ada sekitar 1.500 mahasiswa yang ikut aksi demonstrasi di Polda Jatim. Kami menuntut sistem kepolisian ini diganti seluruhnya,” jelas Rayba Fie, Sabtu (30/08/2025).

“Mengganti sistem yang ada di kepolisian sangat penting agar badan penegak hukum ini tidak diisi oleh SDM yang menjadi pelaku tragedi di Jakarta kemarin,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan aksi demonstrasi ini dilakukan dengan damai sebagaimana cara seorang akademisi menyampaikan aspirasinya. Dirinya juga tidak mendukung tindakan anarkis apalagi penjarahan yang dilakukan oleh oknum massa yang tidak bertanggung jawab.

“Aksi ini diinisiasi oleh mahasiswa, dan kami menyampaikan aspirasi sebagaimana seorang mahasiswa atau akademisi dengan tidak melakukan tindakan anarkis,” paparnya.

Jika tuntutan pada aksi hari ini tidak didengar, maka pihaknya akan membawa massa yang lebih besar lagi. Mahasiswa akan datang lagi dengan membawa pembahasan isu yang lebih baik.

“Tidak menutup kemungkinan jika tuntutan kami tidak dijalankan maka kami akan melakukan aksi lanjutan di tempat lain,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page