
Kabupaten Malang, KabarTerdepan.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengadakan pelatihan water rescue atau teknik pertolongan/evakuasi yang dilakukan di air agar warga lebih siap siaga saat terjadi banjir.
Pelatihan ini diikuti oleh 28 perwakilan anggota TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Kota Mojokerto dan 35 perwakilan KSB (Kampung Siaga Bencana) Kelurahan Gunung Gedangan.
Pelatihan water rescue dilaksanakan di Waduk Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Sabtu dan Minggu (29-30/7/2023).
Dalam kesempatan ini, peserta pelatihan diberi materi terkait pengenalan peralatan untuk water rescue, penanganan evakuasi korban, dan penyaluran bantuan menggunakan perahu karet.
Materi-materi tersebut disampaikan oleh Basarnas Jawa Timur, Dinas Sosial Jawa Timur, serta turut hadir Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk menyaksikan langsung pelatihan simulasi penyelamatan di dalam air.
Sebagaimana yang diketahui, apabila musim hujan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi membuat warga wilayah Kota Mojokerto merasa waswas dengan bencana alam banjir.
Hal ini dikarenakan selain secara topografi, wilayah Kota Mojokerto termasuk dataran rendah yang cembung dengan kemiringan tanah ke timur dan utara hanya 0-3 derajat.
Selain itu, bagian utara wilayah Kota ini mengalir sungai Brantas, yang di setiap kali hujan deras debit air Brantas hampir sampai bibir tanggul yang mudah masuk di jalan-jalan Kota Mojokerto.
Maka dengan dilangsungkannya pelatihan water rescue ini, harapannya dapat mengantisipasi warga Kota Mojokerto dan siaga untuk memberikan pertolongan warga yang terjebak di air. (*)
