
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Petugas gabungan dari Polsek Pungging dan Satreskrim Polres Mojokerto dari tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) berhasil mengidentifikasi identitas mayat pria tanpa identitas-di sungai Gembolo di Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Dari data yang diterima, korban diketahui bernama Azar Dwi Prayoga (19) asal Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang yang dikabarkan menghilang sejak beberapa waktu yang lalu.
Hal ini dibenarkan oleh Faris, kakak kandung korban yang mengecek secara langsung di kamar jenazah Rumah Sakit dr Soekandar Kecamatan Mojosari. Ia membenarkan jika mayat pria yang mengapung di Sungai Gembolo adalah adik kandungnya.
“Iya kalau dilihat dari celana yang dipakai itu adik saya,” ungkapnya
Ia menjelaskan, awal mulanya dirinya bersama korban mengirim pakan ternak dengan menaiki truk dengan tujuan Banyuwangi. Lalu arah pulang tepat di simpang empat Desa Awang Awang Kecamatan Mojosari, korban turun sendiri, Jumat (16/2/2024) kemarin lusa.
“Pas lampu merah itu dia langsung turun,” katanya lirih.
Ia juga sempat merayu adik kandungnya tersebut. Namun, upaya tersebut tidak direspon korban. Faris pun terpaksa harus melanjutkan perjalanannya lantaran telah ditunggu oleh pemilik muatan sayur di Pare, Kediri.
“Kalau gak mau pulang dengan saya di sini aja, nanti tak jemput,” ucapnya sambil menirukan perkataan pada saat kejadian terakhir ketemu dengan adiknya.
Selama perjalanan ke Kabupaten Kediri, kakak kandung korban tersebut menelepon, namun panggilan tersebut tak lagi tersambung setelah pukul 10.00 WIB.
“Setelah saya pulang dari Pare mulai sibuk panggilannya. Ketiga kali sudah tidak bisa,” tandasnya.
Dari situlah pertemuan kakak-adik tersebut tak lagi bertemu. Hingga akhirnya pada Minggu (18/2/2024), keluarganya mendapatkan informasi dari perangkat desa jika ditemukan seorang mayat laki-laki yang menyerupai identitas korban.
Namun, kakak korban saat ini telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Mojokerto di kantor Kapolsek Pungging untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban. (*)
