
Jakarta, Kabarterdepan.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono resmi menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur. Adhy Karyono menggantikan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yang berakhir masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada tanggal 13 Februari 2024.
Sebelumnya Adhy Karyono sempat menjabat sebagai Plh Gubernur Jatim. Namun kini Adhy Karyono resmi dilantik sebagai Pj Gubernur Jawa Timur oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jumat (16/2/2024).
Adhy Karyono resmi diangkat sebagai Pj Gubernur Jatim terhitung sejak tanggal pelantikan untuk masa jabatan paling lama satu tahun.
“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Pj Gubernur Jawa Timur dengan sebaik-baiknya dengan seadil-adilnya, memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya dan berbakti pada masyarakat nusa dan bangsa,” ucap Adhy mengucapkan sumpah jabatannya.
Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan pelantikan Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono hari ini. Ini adalah konsekuensi dari berakhirnya masa jabatan ibu Khofifah dan juga bapak Emil Dardak yang sudah menjabat selama lima tahun dan berakhir pada 13 Februari 2024 kemarin.
“Namun karena tanggal 14 Februari 2024 itu adalah hari libur dan ada Pemilu maka kita tidak bisa melaksanakan pelantikan pada tanggal 14 nya sehingga dimundurkan pada hari ini yang mana hari ini adalah hari Jumat. Semua berharap di hari yang baik ini mudah-mudahan akan menjadi awal yang baik bagi bapak Adhy Karyono dalam memimpin Jawa timur sebagai Pj Gubernur ke depan,” lanjut Tito.
Mendagri menuturkan bahwa, Jawa Timur adalah provinsi yang penting bagi Indonesia, karena merupakan provinsi terbesar kedua dengan jumlah daerah administrasi terbanyak di Indonesia yang memiliki 40 juta penduduk. Jika dibandingkan dengan negara lain di dunia, kata Tito, jumlah penduduk Jawa Timur tak ubahnya dengan jumlah penduduk di negara Korea Selatan.
“Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Khofifah Pak Emil Dardak dan juga ibu Arumi Emil Dardak yang sudah bekerja keras selama lima tahun memimpin Jawa timur semoga pahala dan dukungan doa dari semua pihak bisa mengantarkan ibu Khofifah dan Pak Emil lebih baik ke depannya,” tegas Tito.
Mendagri Tito juga memberikan sejumlah wejangan kepada Adhy yang akan mengemban jabatan sebagai Pj Gubernur Jatim. Sebagai Sekdaprov, tentu Adhy dikatakan Tito telah mengerti dan paham tentang seluk beluk dan kondisi Jatim.
Tito menyebut Adhy sebagai orang yang cerdas dan memiliki pengalaman yang banyak. Selain itu Adhy adalah sosok birokrat yang cerdas dan banyak pengalaman dan tahu persis masalah di Jatim termasuk internal.
“Maka tugas bapak sebenarnya adalah meneruskan kerja kerja baik yang telah dilakukan Ibu Khofifah dan Pak Emil,” tuturnya.
“Karena menggantikan pemimpin yang sudah baik dan diakui publik itu lebih berat, minimal harus sama, atau kalau bisa lebih baik. Jadi apa yang sudah dicapai tinggal melanjutkan saja karena Jatim sebenarnya sudah on the right track,” pungkasnya. (*)
