Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan Balita, Ibu-ibu Wajib Tahu

Avatar of Jurnalis: Ano
20231012133428 IMG 0870
Mojokerto Ikfina Fahmawat saat Talk Show Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka penurunan stunting di Pendopo Graha Maja Tama, Kamis (12/10/2023) siang. (Diskominfo Kabupaten Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com- Pengasuh balita yang paling penting pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Yakni mulai dari ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun. Lantaran saat itu otak anak berkembang dengan sangat pesat.

“1.000 HPK ini adalah masa di mana organ tubuh anak berproses menuju perkembangan sempurna. Jadi asupan gizi harus benar-benar tercukupi, agar anak terbebas dari stunting,” ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawat saat Talk Show Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto, di Pendopo Graha Maja Tama, Kamis (12/10/2023) siang.

Menurut Ikfina salah satu yang perlu diperhatikan, pemberian ASI eksklusif kepada anak. Tak hanya itu, stimulus kepada anak di 1000 HPK ini harus sangat diperhatikan.

“ASI eksklusif ini penting karena itu salah satu asupan gizi untuk anak. Anak harus terus diberikan stimulus yang positif dan diajarkan kebiasaan baik, karena satu tahun pertama ini perkembangan otak anak berkembang sangat pesat,” terangnya.

Salah satu keuntungan jika 1.000 HPK ini dilakukan dengan tepat, Ikfina menambahkan, selain gizi anak terpenuhi untuk mendukung penyempurnaan organ dalam, juga untuk membentuk sistem daya tahan tubuh anak.

“Sistem daya tahan tubuh anak saat besar nanti, itu tergantung pembentukan sistem daya tahan tubuh saat 1000 HPK. Kalau saat kecil daya tahan tubuh anak ini terbentuk dengan baik, maka saat dewasa nanti, si anak ini akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih unggul,” tuturnya.

Tak hanya 1.000 HPK saja, Bupati Ikfina juga menyinggung perlakuan yang benar pada janin yang harus dilakukan orang tua saat hamil.

“Sebelum bayi ini lahir, bukan berarti kita harus berhenti memberikan pelajaran kepada si bayi, mulai dari janin, ini harus sudah kita beri kebiasaan-kebiasaan baik yang nantinya akan mendukung perlakuan benar orang tua saat 1000 HPK,” imbuhnya.

Dengan memberikan edukasi pentingnya 1000 HPK ini, Bupati Ikfina berharap kedepannya, Kabupaten Mojokerto akan terbebas dari stunting yang memang saat ini menjadi konsentrasi nasional.

Ikfina mengatakan penanganan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif terus dilakukan secara simultan dan konvergen oleh semua pihak antar pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, serta masyarakat.

“Angka stunting berhasil turun sebesar 21,6 persen (2022) secara nasional.sedangkan di Kabupaten Mojokerto telah berhasil menurunkan 11,6 % tahun 2022,” ujarnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page