Wali Kota Mojokerto Dorong Guru Ekonomi Jadi Agen Literasi Keuangan di Sekolah

Avatar of Redaksi
IMG 20250806 WA0015
Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, dalam kegiatan Literasi Jasa Keuangan Inklusif bagi guru SMA-SMK se-Mojokerto Raya. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.comWali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, mendorong para guru ekonomi SMA dan SMK di wilayah Mojokerto Raya untuk menjadi agen literasi ekonomi di sekolah masing-masing.

Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Literasi Jasa Keuangan Inklusif bagi guru SMA-SMK se-Mojokerto Raya di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Selasa (5/8/2025).

“Bekal untuk generasi penerus bangsa ini kami titipkan melalui tangan panjenengan. Panjenengan memiliki peran penting dalam mentransfer ilmu ekonomi yang saat ini sangat dibutuhkan. Terlebih saya mendapat amanah khusus dari Presiden untuk menjaga stabilitas ekonomi di daerah,” ujar Ning Ita.

Ning Ita juga menjelaskan berbagai langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto untuk menjaga dinamika ekonomi lokal di tengah tekanan ekonomi global dan nasional.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan di kota merupakan upaya agar roda ekonomi tetap bergerak.

“Banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di Kota Mojokerto bukan tanpa alasan. Ini adalah strategi kami agar ekonomi masyarakat tetap berjalan, karena kami tidak memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Maka event-event seperti ini sangat penting untuk menggerakkan sektor ekonomi di bawah,” jelasnya.

Ning Ita juga menyoroti pentingnya peran koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih, dalam mendukung penyediaan kebutuhan pokok masyarakat di tingkat kelurahan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta mendukung visi pembangunan dari pusat hingga daerah, yakni Asta Cita Nasional, Nawa Bhakti Satya Jawa Timur, dan Panca Cita Kota Mojokerto.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memperoleh pemahaman mendalam tentang ekosistem jasa keuangan di Indonesia, mulai dari kebijakan, operasional industri, hingga aspek perlindungan konsumen.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada para siswa sebagai bagian dari upaya menanamkan literasi keuangan sejak dini. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page