Tanam Pohon di Taman Bahari Majapahit, Ning Ita Ajak Jaga Lingkungan dan Cegah Bencana

Avatar of Redaksi
Tanam Pohon
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menamam bibit pohon di area camping ground Taman Bahari Majapahit Kota Mojokerto. (Redaksi Kabar Terdepan)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar aksi tanam pohon di kawasan Taman Bahari Majapahit, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kota Mojokerto, Sabtu (10/1/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak kerusakan alam.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah, serta sejumlah elemen masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Soroti Sejarah Gerakan Tanam Pohon

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan bahwa gerakan tanam pohon memiliki nilai historis yang kuat di Indonesia.

Ia mengingatkan kembali ajakan Presiden Soeharto pada tahun 1993 yang mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melakukan penanaman pohon secara masif.

“Karena ketika itu deforestasi di Indonesia sangat kondisinya memprihatinkan dan hari ini,” ujar Ika Puspitasari saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menambahkan, dampak deforestasi masih dirasakan hingga saat ini. Bahkan, pada tahun 2025 hingga 2026, sejumlah wilayah di Indonesia seperti Sumatera Barat, Aceh, dan daerah sekitarnya mengalami bencana alam yang cukup parah akibat kerusakan lingkungan.

WhatsApp Image 2026 01 17 at 11.43.35 AM

Ning Ita menambahkan, di tahun 2025 sampai hingga 2026 saudara kita yang ada di Sumatera Barat Aceh dan sekitarnya sedang mengalami musibah yang luar biasa dan itu penyebabnya deforestasi.

Melalui kegiatan penanaman pohon ini, Ning Ita berharap upaya penghijauan di Kota Mojokerto dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan hidup.

“Maka kita melalui gerakan menanam pohon ini di berharap supaya Kota Mojokerto dengan penghijauan ini lingkungannya lebih terjaga,” lanjutnya.

Menurut Ning Ita, keberadaan pohon sangat penting sebagai penahan air, terutama saat curah hujan tinggi. Dengan lingkungan yang hijau dan tertata, Kota Mojokerto diharapkan dapat terhindar dari ancaman bencana banjir maupun longsor.

“Ketika curah hujan cukup tinggi ada penahan air dan wilayah kita bisa terbebas dari ancaman bencana banjir dan longsor,” ungkapnya.

Selain aksi tanam pohon, rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional di Kota Mojokerto juga diisi dengan kegiatan bersih-bersih sungai. Pembersihan dilakukan secara serentak di tujuh sungai yang tersebar di wilayah Kota Mojokerto.

Ning Ita menegaskan, sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Maka ini harus kita jaga agar air yang membawa berkah ini tidak sebaliknya justru menjadi ancaman musibah,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page