
Jombang, kabarterdepan.com – Akademisi Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Dina Eka Shofiana, menilai keberadaan situs Bung Karno di Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat berbasis wisata sejarah.
Dosen Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis Bahasa dan Pendidikan Unipdu Jombang tersebut mengatakan, situs Bung Karno yang berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, diyakini sebagai tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
“Keberadaan situs ini memiliki nilai historis yang tinggi dan berpotensi besar mendorong pengembangan usaha serta perekonomian masyarakat sekitar apabila dikelola secara optimal,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Menurut Dina, pengembangan situs sejarah Bung Karno di Ploso berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisata sejarah dan edukasi. Peningkatan jumlah pengunjung tersebut diyakini akan memicu tumbuhnya berbagai usaha lokal.
“Mulai dari usaha kuliner, penjualan suvenir bertema sejarah, jasa pemandu wisata, hingga penginapan atau homestay,” jelasnya.
Ia menambahkan, berkembangnya sektor usaha tersebut secara langsung dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Dina mencontohkan, kolaborasi yang telah dilakukan UPT Kewirausahaan Unipdu Jombang bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang dalam pengembangan produk lokal berbahan pandan.
Bahan yang sebelumnya hanya diolah menjadi tikar, kini dapat dikembangkan menjadi berbagai suvenir khas daerah melalui pendampingan UMKM.
“Selain itu, berkembangnya UMKM di sekitar situs juga akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan desa dan daerah melalui pajak serta retribusi wisata,” ungkapnya.
Ia menyebut, meningkatnya aktivitas ekonomi juga berpotensi mendorong perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik. Salah satunya melalui fasilitasi legalitas usaha, seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal yang telah dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jombang untuk mendukung pengembangan UMKM di sekitar situs Bung Karno Ploso.
Lebih lanjut, Dina menegaskan bahwa keberadaan situs Bung Karno tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan edukatif. Masyarakat lokal akan memiliki rasa bangga terhadap identitas daerah yang berkaitan dengan tokoh nasional.
“Situs ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum,” tandasnya.
Ia menyampaikan, sejumlah langkah strategis perlu dilakukan untuk memaksimalkan potensi tersebut. Di antaranya promosi dan pemasaran wisata secara terpadu melalui media digital dan penyelenggaraan event budaya, pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan, hingga penyediaan informasi sejarah yang valid melalui pemandu wisata terlatih dan media interpretasi sejarah.
Situs Bung Karno Sebagai Cagar Budaya
Selain itu, menurutnya, penetapan resmi situs Bung Karno di Ploso sebagai cagar budaya sangat penting agar memiliki kekuatan hukum dan legitimasi nasional.
Peningkatan infrastruktur penunjang seperti akses jalan, papan informasi, area parkir, dan fasilitas umum juga perlu menjadi perhatian.
“Kesimpulannya, situs Bung Karno di Ploso memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis wisata sejarah. Dengan pengelolaan yang terencana serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, situs ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga nilai sejarah bangsa,” pungkas Dina Eka Shofiana. (Karimatul Masalahah)
