Siasat Sambal Halilintar Menghadapi Tren Kuliner 2023

Avatar of Jurnalis: Cak Rawi
sambal halilintar kranggan
Sambal Halilintar mengikuti tren kuliner 2023 agar bisa tetap bertumbuh (Dokpri)

Bekasi, KabarTerdepan.com – Populix yang merupakan lembaga survey independen yang menghubungkan bisnis dari beragam industri dengan target responden untuk memenuhi kebutuhan riset pasar secara cepat dan akurat, memprediksi sejumlah tren bisnis food and beverage atau F&B sepanjang 2023. Survei tren bisnis kuliner 2023 dilakukan pada 3.138 orang yang tergolong Gen Z dan Milenial di seluruh Indonesia.

Menurut CEO Populix, Timothy Astandu, Gen Z dan milenial adalah 2 kelompok paling besar saat ini. “Kedua generasi ini adalah yang paling banyak berkontribusi dalam kegiatan jual beli dan konsumsi dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya dikutip dari Foodiz Channel, Senin (13/2)

Sambal Halilintar yang di komandani oleh Agung, secara cerdik menangkap peluang diatas dengan mendesign restonya memenuhi keinginan konsumen serta mengikuti tren kuliner 2023 yang ada. Hal ini dibuktikan dengan pembukaan cabang baru Sambal Halilintar Cabang Kranggan Bekasi di lokasi yang sangat srategis

Agung, pemilik Sambal Halilintar mengatakan bahwa memenuhi keinginan konsumen adalah salah satu cara agar bisa bersaing di tengah-tengah persaingan bisnis kuliner yang sengit

Penggunaan social media di manfaatkan secara maksimal. Liputan dari media berita online, targeting ke beberapa area sekitar resto, peggunaan influencer adalah salah satu cara untuk bisa tetap bertahan dan terus bertumbuh

Berikut Hasil Survei Populix Mengenai Tren Kuliner 2023

1. Kembali ke Makanan Indonesia

Makanan yang paling banyak disukai oleh Gen Z dan Milenial adalah makanan Indonesia baik murni tradisional maupun fusion dengan negara Asia lainnya atau makanan barat. Berdasarkan survei, sebanyak 44% Gen Z menyukai masakan Indonesia murni, fusion Indonesia – Asian 17%, dan fusion Indonesia – western 16%.

Tiga jenis makanan tersebut berada di urutan ketiga teratas, lebih tinggi dari makanan korea (7%), makanan Jepang (6%), internasional murni (5%), dan makanan eropa (2%). Sementara untuk milenial memilih makanan murni tradisional Indonesia sebesar 53%, fusion Indonesia – Asian 14%, dan Fusion Indonesia – Western 11%.

Timothy menambahkan bahwa konsumen Indonesia kembali lagi ke rasa Nusantara seperti restoran Sambal Halilintar. “Ini bisa disebabkan karena sebelumnya sudah banyak masuk rasa dari negara lain. Tapi di 2023, masakan nusantara akan populer baik murni maupun fusion,” ujarnya.

2. Makanan Sehat

Generasi Z dan Milenial sudah menyadari akan pentingnya makanan sehat atau healthy food dalam memilih kuliner yang dikonsumsi. Makanan dengan rendah gula atau less sugar menjadi yang paling banyak diminati oleh Gen Z dan milenial dalam memilih makanan sehat, dengan hasil survey sebesar 38%. Gen Z dan Milenial sudah sadar jenis makanan yang dia konsumsi.

Sementara tren terbaru menu makanan sehat adalah non dairy milk seperti susu almond dan makanan bebas gluten.

3. Beralih ke Makan di Tempat atau Dining In

Timothy mengatakan, menikmati makanan secara offline pasca pandemia bagi konsumen Gen Z dan milenial lebih disukai karena saat ini mereka memiliki waktu lebih luang. “Pemesanan online masih penting, tapi tidak seperti sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei, pemesanan daring rata-rata 2-3 kali per minggu. Pemesanan lebih banyak melalui aplikasi super apps seperti Gofood, Grabfood, dan Shopee food, daripada aplikasi atau layanan yang dimiliki restoran.

Sementara pertimbangan masyarakat menikmati kuliner di restoran Sambal Halilintar atau luar jaringan adalah harga dan promo. Frekuensi pembelian luring adalah 3 kali seminggu. “Fast food dan produk siap makan atau minum adalah yang paling sering dibeli Gen Z dan milenial,” ujarnya.

 

Responsive Images

You cannot copy content of this page