Puan Maharani Usul Pemerintah Keluarkan Travel Warning Buntut Kerusuhan di Prancis

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Puan Maharani
Ketua DPR RI Puang Maharani Usul Pemerintah Keluarkan Travel Warning ke Prancis (dpr.go.id)

Jakarta, KabarTerdepan.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan peringatan bepergian atau Travel Warning bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan berkunjung ke Prancis.

Ini buntut dari kerusuhan di Prancis yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Penyebab kerusuhan, penjarahan dan pembakaran di toko-toko serta bangunan di beberapa kota di Prancis berkaitan dengan tewasnya seorang remaja akibat ditembak polisi Prancis.

Puan meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan mengeluarkan peringatan bepergian atau travel warning bagi warga Indonesia yang hendak bepergian ke Prancis.

“Jika diperlukan dan situasi semakin tidak aman, maka pemerintah perlu mengeluarkan peringatan bepergian bagi WNI untuk sementara waktu sampai kerusuhan di Prancis mereda. Ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warga negara kita sendiri,” ujarnya Selasa (4/7/2023) dilansir kabarterdepan.com dari laman dpr.go.id.

Sejauh ini ada 7 negara yang mengeluarkan travel advisory dan warning, yakni Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, Kanada, Australia, Skotlandia dan Iran.

Selain itu, imbuh Puan, ia meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) aktif memantau situasi Prancis terkini.

“Kemenlu juga harus melakukan upaya diplomatik ke pemerintah Prancis guna memastikan WNI yang tengah berada di sana memperoleh perlindungan dan terhindar dari bentrokan,” imbuh Puan.

Cucu Bung Karno ini berharap para WNI yang kini berada di Prancis untuk tetap menjaga keamanan diri, tidak bepergian jika tidak mendesak dan menunggu situasi di Prancis kondusif.

“Pastikan kondisi keluarga, lolega, teman maupun kerabat yang berada di Prancis dalam kondisi aman,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Prancis saat ini dalam situasi mencekam dampak bentrokan aksi protes massa terhadap kekerasan aparat keamanan yang menembak mati remaja muslim karena pelanggaran lalu lintas.

Disebutkan dalam laman DPR RI tersebut, kebakaran terjadi di 2.560 titik di area publik, 1.350 kendaraan dibakar, 234 gedung dirusak dan dibakar.

Aparat kepolisian Prancis menangkap 994 demonstran dan 79 aparat keamanan terluka. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page