Pengurus Baru PWI Mojokerto Raya Resmi Dilantik, Pj Wali Kota Tekankan Pentingnya Literasi dan Inovasi Media

Avatar of Redaksi
IMG 20241227 WA0029 scaled
Potret Pj Wali Kota Mojokerto dalam sambutannya (Riris / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya periode 2024-2027 resmi dilantik di Pendopo Majatama, Kabupaten Mojokerto, Jumat (27/12/2024).

Acara ini menjadi momen penting karena dihadiri oleh sejumlah pejabat dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik Kabupaten maupun Kota Mojokerto.

Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para pengurus PWI yang baru. Ia menyampaikan pandangannya terkait tantangan dunia media di era digitalisasi dan harapannya agar insan pers tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.

“Saya harapkan, meskipun (susunan kabinet PWI) tambun, tapi tetap ligat siap menghadapi tantangan zaman yang begitu cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya media untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, di mana media sosial kini menjadi lebih populer dibandingkan media mainstream.

“Kondisi media saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Eranya sudah era volatil begitu banyak percepatan yang dipengaruhi oleh dunia digitalisasi dimana saat ini media sosial memang jauh lebih dinikmati daripada media yang mainstream,” paparnya.

Media sosial sendiri mampu menampung segala hal sehingga media mainstream harus meningkatkan kapasitas agar tidak tergeser.

“Media sosial mampu menampung segala keluhan, baik hujatan, umpatan, maupun berita baik. Ini tantangan bagi media mainstream. Jika kita tidak meningkatkan kapasitas, maka dunia media akan tergeser,” lanjutnya.

Ia menekankan peran pers sebagai penyampai informasi yang berdaulat dan mampu mencerdaskan masyarakat.

“Mark Twain pernah berkata, hanya ada dua hal yang bisa menyinari dunia: matahari di langit dan pers yang berdaulat. Jika kita tidak mampu menjaga ini, maka akan muncul kegelapan,” tuturnya.

Sosok yang akrab dipanggil Mas Pj tersebut menyoroti kehadiran artificial intelligence (AI), atau “akal imitasi,” dengan kemampuan luar biasa meniru manusia dan bekerja cepat, menjadi tantangan baru dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kita sudah berhadapan dengan dunia artificial intelligence atau saya menyebutnya akal imitasi AI akal imitasi lebih pinteran kita karena itu yang imitakan kita manusia tapi hati-hati kecepatannya begitu luar biasa kita tinggal ngomong Google saya perlu ini kita tinggal tanya Meta AI,” tambahnya.

Ia juga menyoroti rendahnya literasi digital dan membaca di Indonesia. Menurutnya literasi digital di Indonesia masih rendah.

“Literasi digital kita masih sangat rendah, bahkan terburuk di Asia. Kalau generasi saat ini tidak dilatih memiliki rasa, kita hanya akan memiliki orang pintar tanpa empati,” lanjutnya.

Ia berharap PWI Mojokerto Raya bisa menjadi pelopor literasi dan persiapan menghadapi generasi Beta, generasi yang lahir mulai tahun 2025.

Selain itu, Mas Pj juga membahas pentingnya kontribusi Mojokerto dalam mendukung pembangunan nasional.

“Saya tuh punya mimpi kalau bisa dengan Kabupaten Mojokerto kita bikin Mojokerto Science Park. Kalau kota kecil kita tidak punya sesuatu yang hebat kiita tidak akan pernah, sekali lagi pernah dilihat oleh yang lain,” ungkapnya.

Pelibatan sektor swasta menjadi kunci pengembangan Mojokerto Raya untuk menciptakan dampak besar bagi kemajuan daerah.

“Ini PR kita bersama bagaimana Mojokerto Raya ini betul-betul bisa berkembang dengan baik dan kata kuncinya adalah melibatkan sektor swasta. Tanpa pelibatan sektor swasta, tentu itu akan menjadi sebuah PR dan kita tidak akan bisa memberikan sebuah impact yang luar biasa bagi perkembangan sebuah daerah,” jelasnya.

Ia mengapresiasi keberhasilan Jawa Timur dengan konsep “Gerbang Baru Nusantara,” serta menyampaikan mimpi besar pemerintah pusat, termasuk pertumbuhan ekonomi 8% yang dicita-citakan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Jawa Timur ingin berkontribusi secara maksimal untuk IKN. Sehingga nanti secara de jure Ibu Kota Nusantara itu adalah IKN, tapi secara de facto itu adalah Jawa Timur. Nah PR-nya sekarang, apa yang bisa kita lakukan di tingkat kabupaten dan kota?” Imbuhnya.

20241227 095401 11zon scaled
Potret foto bersama PWI Mojokerto Raya dengan jajaran Forkopimda (Firda / Kabarterdepan.com)

Di akhir sambutannya, Mas Pj memberikan pesan khusus kepada pengurus baru PWI Mojokerto Raya supaya ke depannya dapat menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif, mencerdaskan, dan memberdayakan masyarakat melalui media.

“Tentu sebagai pengurus yang baru saya harapkan ada novelty, ada temuan yang lain yang bisa membuat PWI Mojokerto Raya betul-betul memiliki impact yang luar biasa dan bisa mencerdaskan masyarakat. Jadi terus pegang apa yang dikatakan media, positivisme. Jadi media yang positif, media yang bisa mencerahkan, media yang bisa memperdayakan, dan media yang mampu memberikan pengkayaan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tak lupa, Mas Pj memberikan pantun andalannya.

“Jalan-jalan ke Trowulan, pulangnya mampir sebentar di Gubuk Wayang. Mari sama-sama kita bentuk peradaban, PWI berdaulat Mojokerto Raya berkembang.”

Pelantikan ini menjadi tonggak baru bagi PWI Mojokerto Raya untuk terus berkontribusi dalam dunia pers sekaligus menghadapi tantangan di era digitalisasi yang semakin kompleks. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page