
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pembukaan Festival Literasi 2025 Kabupaten Mojokerto semakin menginspirasi dengan hadirnya Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang secara resmi membuka rangkaian kegiatan di Perpustakaan Umum Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/11/2025). Festival bertema “Literasi untuk Inspirasi Indonesia” ini berlangsung selama tiga hari, mulai 25-27 November 2025.
Festival Literasi 2025 Mendorong Budaya Membaca dan Pemikiran Kritis
Festival Literasi 2025 digelar sebagai upaya membangun harapan melalui penguatan peran masyarakat dalam meningkatkan budaya membaca. Kegiatan ini mendorong warga Mojokerto untuk tetap berpikir kritis, konsisten, serta mampu berinovasi dalam menghasilkan karya literasi yang berkualitas.
Bupati Muhammad Al Barra menegaskan bahwa literasi memiliki makna penting di tengah arus informasi global yang bergerak sangat cepat. Menurutnya, kemampuan literasi adalah kunci membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.
“Kegiatan Festival Literasi 2025 yang dilaksanakan hari ini memiliki makna yang sangat penting di tengah arus informasi global yang begitu cepat dan deras perubahannya. Kemampuan literasi menjadi kunci utama untuk membangun masyarakat Kabupaten Mojokerto yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menelaah, menganalisis, serta menggunakan informasi secara bijak dalam kehidupan sehari hari,” ujar Gus Barra, sapaan akrabnya.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya dalam menjadikan literasi sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh perangkat daerah.
“Dinas Pendidikan berupaya melakukan penguatan literasi di sekolah sekolah. Dinas Komunikasi dan Informatika mendukung pengembangan literasi digital, sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata membangun literasi berbasis budaya dan wisata. Selain itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah memastikan sinergi program lintas sektor berjalan dengan baik. Hal ini harus dilakukan secara terpadu agar gerakan literasi di Kabupaten Mojokerto terlaksana secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Barra.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto ingin memperkuat ekosistem literasi daerah yang tidak hanya bergantung pada lembaga pendidikan formal. Keluarga, masyarakat, serta berbagai komunitas juga diharapkan turut terlibat sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat.
Masyarakat diajak memahami bahwa membaca bukan sekadar kegiatan membaca teks, tetapi proses memahami berbagai hal secara komprehensif. Pandangan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca yang lebih dalam dan bermakna.
Festival ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa literasi memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Literasi tidak hanya melahirkan para pembaca, tetapi juga para pencipta yang mampu berkarya, menulis, dan memberi inspirasi melalui produk literasi yang ditampilkan. (Ezra)
