Optimalisasi Cadangan Pangan, Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Makan Bergizi Gratis

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 11 11 at 15.44.03
Yudi Sastro dan Nita Yulianis dalam acara Dialog FMB9, Senin (11/11/2024). (FMB9 / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Dalam menghadapi krisis pangan global dan ancaman kelaparan, pemerintah Indonesia berupaya memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memanfaatkan cadangan pangan nasional untuk program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan kepada siswa sekolah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, dalam acara Dialog FMB9, Senin (11/11/2024) menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi krisis pangan termasuk dampak perubahan iklim El Nino yang memengaruhi hasil panen.

“Kita telah melakukan beberapa langkah optimalisasi lahan, termasuk pemanfaatan lahan rawa di luar Jawa. Hal ini untuk mendukung ketahanan pangan di masa mendatang,” paparnya.

Salah satu strategi Kementerian Pertanian adalah memanfaatkan lahan rawa sebagai alternatif lahan sawah yang banyak beralih fungsi.

Menurutnya program ini bertujuan memanfaatkan potensi lahan rawa di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatera dan Papua untuk menambah stok pangan selama musim kemarau panjang. Langkah ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi ketergantungan pada lahan sawah yang terus menyusut.

Untuk mendukung peningkatan produksi, Kementerian Pertanian juga mencanangkan program cetak sawah baru dengan target mencapai 3 juta hektar hingga tahun 2029. Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki jaringan irigasi tersier guna meningkatkan infrastruktur pertanian.

“Kerja sama antar kementerian ini menjadi kunci dalam menghadapi berbagai kendala yang selama ini memperlambat pengembangan pertanian,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi, pemerintah meluncurkan Gerakan Pangan Merah Putih (GPMP) yang berfokus pada penanaman sayuran, umbi-umbian, dan protein hewani di pekarangan rumah. Program ini diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pemerintah juga menargetkan pembentukan Dapur Bergizi di setiap desa untuk menyediakan bahan pangan bergizi gratis bagi masyarakat.

“Kami percaya dengan dukungan yang ada, mulai dari optimalisasi lahan, pembangunan infrastruktur hingga kolaborasi lintas kementerian, kita bisa mewujudkan kemandirian pangan nasional dan memberikan pangan bergizi bagi semua masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Peran Cadangan Pangan Pemerintah

Sementara, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis menyampaikan bahwa cadangan pangan pemerintah (CPP) memiliki peran strategis untuk menyeimbangkan pasokan pangan nasional, menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di situasi darurat maupun saat terjadi lonjakan harga.

Pihaknya juga menekankan, kebijakan ini mendukung program makan bergizi gratis yang bertujuan mengatasi masalah gizi dan stunting di wilayah rentan pangan seperti Papua​​. Program Makan Bergizi Gratis ini membantu pemenuhan gizi seimbang dan mendorong konsumsi pangan lokal, seperti ubi, sagu, dan ikan, sesuai potensi daerah masing-masing.

“Kearifan lokal perlu dioptimalkan agar setiap daerah bisa mengembangkan pangan unggulan yang sesuai sehingga tidak tergantung pada bahan pangan yang didatangkan dari luar wilayah,” ucapnya.

Nita juga menekankan pentingnya edukasi konsumsi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan. Melalui program edukasi yang telah menjangkau lebih dari 90 sekolah di 30 kabupaten/kota, Bapanas mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan bergizi dan seimbang (B2SA). Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gerakan Stop Boros Pangan juga digalakkan untuk mengurangi food waste dan memperkenalkan pola konsumsi beragam dan sehat.

Dengan kebijakan cadangan pangan yang strategis, anggaran yang memadai, dan kolaborasi antarlembaga, pemerintah optimis Indonesia akan mencapai ketahanan pangan berkelanjutan dan kemandirian pangan. Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page