Menu Program Makan Bergizi Gratis di Sampang Dipertanyakan, Wali Kelas Keluhkan Tidak Layak Konsumsi

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250912 171435
Menu MBG di Sampang yang diduga tidak layak konsumsi. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo di Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan. Salah satu wali kelas yang mengajar di salah satu sekolahan yang bertempat di Kelurahan Polagan Sampang melontarkan kekecewaan atas menu yang diberikan kepada muridnya, setelah mengunggah foto makanan ke status WhatsApp.

Dalam foto yang beredar, tampak satu porsi nasi dengan lauk ayam, tempe berukuran kecil, sayur sawi putih, serta buah anggur. Menu tersebut dianggap tidak memenuhi standar gizi sebagaimana tujuan awal program ini, yaitu menekan angka stunting di kalangan pelajar.

“Kami merasa kecewa karena makanan yang seharusnya bergizi untuk anak-anak justru terlihat seadanya. Kalau begini, bagaimana bisa tujuan program mengurangi stunting tercapai?,” ungkap wali kelas yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tim kabarterdepan.com kemudian berupaya mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak dapur MBG yang berada di Jl. Makboel Polagan Sampang, bekas Kenkaro Cafe yang bertanggung jawab menyuplai makanan di sekolahan tersebut. Namun, Rahmat selaku penanggung jawab sulit dihubungi. Saat ditelepon, ia sempat menjawab singkat

“Halo, siapa ya?”

Setelah tim memperkenalkan diri sebagai jurnalis kabarterdepan.com, Rahmat langsung berucap.

“Maaf, saya tidak kenal,” lalu mematikan sambungan telepon secara tiba-tiba.

Tidak berhenti di situ, tim mencoba menemui Rahmat langsung di lokasi dapur. Akan tetapi, komunikasi dialihkan kepada Faruq selaku pengawas dapur. Awalnya Faruq membantah bahwa makanan tersebut berasal dari dapurnya lalu Faruq menantang siapa yang memberikan informasi tersebut.

“Siapa itu yang foto, bawa sini makanannya, kita cek bener tidak apa yang difoto. Jangan adu domba gini” Ucap Faruq saat di temui di dapur (12/9/2025)

Namun setelah mendapat informasi tambahan, Faruq akhirnya mengakui setelah tim kabarterdepan.com menghubungi salah satu narasumber berada tepat di sebelahnya.

“Iya benar mas, kayanya itu menu kemarin. Tapi sudah sesuai takaran gizi kok. Ada nasi sebagai karbohidrat, ayam untuk protein, dan sayur sebagai pelengkap,” ujarnya.

Meski begitu, penjelasan tersebut memunculkan tanda tanya, mengingat sebelumnya Faruq sempat mengelak. Hal ini menimbulkan kesan bahwa ada hal yang ditutup-tutupi terkait penyajian menu program makan bergizi gratis di sekolah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai standar gizi yang diterapkan. Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun penyedia layanan makanan dapat lebih transparan agar tujuan program bergizi gratis benar-benar tercapai dan bermanfaat bagi anak-anak sekolah. (Ym)

 

Responsive Images

You cannot copy content of this page