Ketua Muslimat Jatim Arahkan Kader Dukung Khofifah di Pilgub Jatim

Avatar of Redaksi
IMG 20240918 WA0103
Ribuan kader Muslimat di Banyuwangi dukung Khofifah di Pilgub Jawa Timur. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Ketua PW Muslimat NU Jatim Nyai Hj Masruroh Wahid mengarahkan kader muslimat untuk mendukung Mantan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024.

Masruroh menyampaikannya di hadapan 3 ribu kader yang berkumpul di GOR Tawang Alun dalam rangka peringatan Maulid Nabi bersama PCNU Banyuwangi dan pelantikan PAC Muslimat NU.

“Sebagai Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, saya mengatakan, harus memilih Bu Khofifah,” ujar Masruroh disambut tepuk tangan riuh para kader yang hadir.

Menurutnya, kepemimpinan Khofifah yang telah baik di Jawa Timur juga harus bersinergi dengan kepemimpinan Ipuk yang juga baik di Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Masruroh juga menguraikan deretan prestasi yang diraih Khofifah, termasuk di antaranya penghargaan dari Presiden Joko Widodo yang disebutnya didapatkan Khofifah meski tak lagi menduduki kursi Gubernur.

Seperti diketahui, Khofifah adalah Ketua Umum PP Muslimat NU sejak 2000 hingga saat ini, yang menjadikannya sebagai Ketua Umum terlama kedua setelah Mahmudah Mawardi yang memimpin Muslimat NU selama 29 tahun.

Muslimat NU sendiri merupakan salah satu Badan Otonom dari Nahdlatul Ulama yang didirikan di Purwokerto pada 26 Rabiul Akhir 1365 Hijriah bertepatan dengan 29 Maret 1946.

Organisasi tersebut bergerak dalam memperjuangkan hak-hak wanita dan cita-cita nasional secara mandiri, yang dalam perjalanannya, Muslimat NU bergabung bersama elemen perjuangan wanita lainnya.

Sementara itu, salah satu Pimpinan Anak Cabang (PAC) Banyuwangi yaitu Hj Maimunah ketika dimintai pendapat terkait ucapan Masruroh mengatakan bahwa ia akan tegak lurus kepada pimpinan.

Namun demikian lanjutan pengarahan untuk mendulang dukungan bagi Khofifah belum akan dilakukan saat ini untuk menjaga kondusifitas di tengah masyarakat.

Ia mengurai bahwa sebelumnya pernah terjadi kegaduhan yang menyebabkan anggota muslimat terpecah hanya karena berbeda pilihan politik, sehingga belajar dari hal tersebut, saat ini ia akan meredam dahulu.

“Nanti dulu saat sudah dekat pemilihan akan kami arahkan. Kalau diarahkan sekarang akan gaduh,” bebernya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page